Rabu, 13 Mei 2026

Launching Perpustakaan di Universitas Trunojoyo Madura, Ini Pesan Konjen Australia

Pojok baca ini akan menjadi sumber daya penting bagi komunitas universitas sebagai tempat mahasiswa untuk bertemu, belajar dan bersosialisasi

Tayang:
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id/Ahmad Faisol
CINDERAMATA PULAU AUSTRALIA - Konsulat Jenderal Australia di Surabaya, Glen Askew (kanan), Warek I Bidang Akademik UTM, Prof Dr Amzeri (kiri), dan Warek III Bidang Kemahasiswaan UTM, Surokim, S Sos, SH, MSi (tengah) dalam kesempatan peluncuran pojok baca AussieBanget Corner di Gedung Perpustakaan Utama Cakra Lantai III UTM, Desa Telang, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Selasa (18/2/2025) 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Konsulat Jenderal Australia di Surabaya memilih Universitas Trunojoyo Madura (UTM) sebagai kampus pertama di Pulau Madura untuk memperkenalkan perpustakaan, ‘AussieBanget Corner’ di Lantai 3 Gedung Perpustakaan Utama Cakra UTM, Desa Telang, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur pada Selasa (18/2/2025).  

Pojok baca ini akan menjadi sumber daya penting bagi komunitas universitas sebagai tempat bagi para mahasiswa untuk bertemu, belajar, dan bersosialisasi. 

Konsul-Jenderal Australia di Surabaya, Glen Askew mengungkapkan, AussieBanget Corner UTM akan menawarkan berbagai wawasan budaya dan pendidikan serta menyediakan informasi penting tentang studi di Australia termasuk akses beasiswa Australia Awards.

“Dan saya setuju, saya mau lebih banyak mahasiswa dari Madura kuliah di Australia,” ungkap Glen di hadapan Wakil Rektor I Bidang Akademik UTM, Prof Dr Achmad Amzeri, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UTM, Surokim, S Sos, SH, MSi, serta sejumlah mahasiswa dana beberapa pejabat utama  di lingkungan UTM.  

Glen menjelaskan, sejak tahun 2000 pemerintah Australia telah mendata sebanyak lebih dari 70 ribu mahasiswa Indonesia menimba ilmu di Australia.

Total selama 70 tahun, Australia telah memiliki lebih dari 200 ribu mahasiswa alumni dari Indonesia.

Termasuk yang telah bekerja sebagai pejabat sipil, pemerintah, pemimpin bisnis, dan akademisi.  

“Para alumni juga membawa kembali hubungan yang mendalam dan positif dengan Australia yang diharapkan bisa bertahan seumur hidup,” jelas mantan Perwira Kepolisian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam misi PBB di Timor Leste pada tahun 2002.  

Glen menambahkan, meski Australia dan Indonesia secara geografis berdekatan namun kedua negara berbeda dalam banyak hal. 

Melalui kolaborasi yang konstan dan hubungan yang semakin mendalam, baik di tingkat pemerintah maupun lembaga pendidikan, diharapkan dapat menjembatani perbedaan sehingga mengurangi kesalahpahaman.

“Pendidikan telah lama menjadi fondasi hubungan Australia-Indonesia dan kami bangga dapat menghadirkan AussieBanget Corner di UTM. Ini yang pertama di Pulau Madura, semakin menegaskan, komitmen berkelanjutan kami untuk mendorong kerja sama pendidikan dan memperingati tonggak penting hubungan diplomatik ini,” pungkas Glen.  

Mewakili Rektor UTM, Prof Dr Safi’, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof Dr Achmad Amzeri menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Komjen Australia di Surabaya kepada UTM melalui peluncuran AussieBanget Corner.  

“Ini sangat menunjang visi-misi UTM. Selain mencerdaskan dalam bidang akademik, kami juga berharap lulusan UTM nantinya mempunyai wawasan atau kemampuan secara global,” ungkap Prof Amzeri.

Ia menjelaskan, kerjasama dengan Australia memang sering dilakukan UMT dalam beberapa kesempatan sebelumnya.

Termasuk sosok Glen Askew yang juga telah beberapa kali datang ke UTM dan Pulau Madura berkaitan kerjasama riset yang didanai oleh koneksi antara UTM dan investor University.   

Selain itu, lanjut Prof Amzeri,  beberapa dosen dan para alumni UMT juga tercatat sudah menimba ilmu di sejumlah universitas di Australia.

Dengan hadirnya pojok baca AussieBanget Corner ini, diharapkan bisa menjadi wadah sekaligus jendela para mahasiswa untuk belajar dan mengetahui lebih luas tentang universitas-universitas di Australia.

“Di Pulau Madura ada sekitar 50 kampus, baik universitas negeri maupun swasta, dan UTM menjadi ketua paguyubannya. Terkait AussieBanget Corner ini, kami akan sounding-kan sehingga penerima manfaat tidak hanya menyasar mahasiswa UTM. Namun juga mahasiswa lain dari kampus-kampus yang ada di Pulau Madura,” pungkas Prof Amzeri.

BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved