Sabtu, 11 April 2026

Otomotif

Kenali Lebih Dini Kapan Shockbreaker Mobil Waktunya Ganti

Terutama jika kendaraan kerap melalui jalan semi offroad maupun jalanan yang kurang mulus dan berlubang.

Penulis: Wiwit Purwanto | Editor: Wiwit Purwanto
Surya.co.id/Wiwit Purwanto
KENYAMANAN SHOCKBREAKER- Shockbreaker pada mobil punya peran vital untuk menjaga kenyamanan dan keamanan dalam berkendara. Secara umum, suspensi mobil SUV perlu diganti jika kendaraan sudah berusia 3-5 tahun atau menempuh jarak lebih dari 60.000 kilometer 

SURYA.CO.ID – Salah satu komponen dari sebuah mobil yang tak kalah penting adalah shockbreaker. Performa perangkat ini harus selalu dijaga dan perawatan penggantian tepat waktu.

Terutama jika kendaraan kerap melalui jalan semi offroad maupun jalanan yang kurang mulus dan berlubang.

Shock absorber atau shockbreaker komponen ini berperan penting dalam meredam kejut dan getaran saat kendaraan melintasi berbagai karakter jalan, dan yang lebih penting lagi memastikan kenyamanan serta kestabilan pengemudi dan penumpang.

Karena itu, shockbreaker harus selalu dalam kondisi prima agar performanya tetap optimal.

Namun, jika terjadi perubahan signifikan dalam perilaku berkendara seperti:

Baca juga: Aman Berkendara Malam Berkat Full LED Technology Headlamp Peugeot, Bisa Menembus Kabut

Munculnya getaran yang lebih intens, kendaraan terasa miring saat bermanuver atau terasa berayun, hal ini bisa menjadi indikasi bahwa shockbreaker perlu diperiksa 

Menurut Roni Agung Kepala Bengkel Astra Peugeot masih banyak pengendara yang belum memahami kapan waktu yang tepat untuk mengganti shockbreaker.

“Bengkel resmi Peugeot sendiri memiliki regulasi batas umur pakai atau waktu penggantian setelah mencapai jumlah kilometer tertentu. Secara umum, suspensi mobil SUV perlu diganti jika kendaraan sudah berusia 3-5 tahun atau menempuh jarak lebih dari 60.000 kilometer,” katanya, Senin (18/2/2025).

Performa shockbreaker juga dipengaruhi oleh kondisi jalan dan cara berkendara. Jika sering melintasi jalan berlubang, berbatu, atau melebihi kapasitas muatan yang direkomendasikan, maka keausan shockbreaker akan lebih cepat.

Pentingnya pemeriksaan rutin pada masing-masing roda sangat disarankan untuk memastikan tidak ada kerusakan yang signifikan.

Ketika shockbreaker perlu diganti, muncul pertanyaan apakah harus mengganti semua atau hanya bagian yang rusak. 

Bengkel resmi Peugeot merekomendasikan penggantian shockbreaker secara berpasangan, seperti pada roda depan kanan dan kiri.

 “Hal ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan, stabilitas kendaraan, serta menghindari dampak negatif pada komponen lainnya yang terkait dengan sistem suspensi,” jelasnya.

Jika hanya satu shockbreaker yang diganti, ada risiko perbedaan kemampuan dalam meredam guncangan antara komponen baru dan lama. 

Hal ini dapat menyebabkan handling kendaraan menjadi tidak stabil, terutama saat berbelok atau melewati jalan yang tidak rata. 

Selain itu, mengganti shockbreaker secara berpasangan juga membantu menjaga keausan ban agar tetap rata.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved