Kamis, 23 April 2026

Berita Viral

Kholid, Nelayan Pemberani yang Bicara Soal Logika Penjajah di Polemik Pagar Laut Mengaku Diancam

Ingat Kholid? Nelayan yang viral karena beragam pernyataannya itu termasuk soal Logika penjajah.

Editor: Adrianus Adhi
Dok ILC
Kholid Nelayan yang kini viral karena pernyataannya tentang logika penjajah 

SURYA.co.id - Ingat Kholid? Nelayan yang viral karena beragam pernyataannya itu termasuk soal Logika penjajah.

Baru-baru ini tim Tribunnews berhasil mewawancarai nelayan dengan nama asli Kholid Miqdar.

Kholid diketahui nelayan asal Pontang, Kabupaten Serang.

Ia lantang menyuarakan penolakan terhadap proyek PIK 2 di wilayah Provinsi Banten. 

Akibat itu, Kholid mengaku, sering mendapat ancaman dari orang yang tidak dikenal atas tindakannya tersebut. 

Namun ancaman tersebut, baru sebatas ancaman psikologis belum mengarah ke ancaman fisik.

Dikutip dari Tribun Banten, Kholid mengakku ancaman yang dialamatkan kepada dirinya merupakan tes ombak untuk melihat seberapa besar gelombangnya.

"Kalau ancaman fisik, mereka pasti akan mengukur dulu. Tapi secara psikologis, pasti ada," ujarnya saat ditemui usai Aksi Penolakan PIK 2 di halaman Makam Sultan Agung Tirtayasa, Serang, Minggu (9/2/2025)

"Contohnya kemarin, tiba-tiba muncul kelompok yang mengatasnamakan "Penyelamat Banten" tanpa alamat yang jelas, berusaha melaporkan saya," sambungnya. 

Baca juga: Kisah Pilu Lansia Lumpuh yang Sebatang Kara di Rumah Tak Layak Huni, Keluarga Ogah Mengurus

"Saya anggap itu hanya tes ombak untuk melihat seberapa besar gelombangnya,” jelasnya. 

Meski pernah mendengar dirinya akan dilaporkan, hingga saat ini Kholid mengaku belum menerima surat panggilan resmi.

"Namun ada beberapa pihak yang menghubungi saya melalui telepon gelap, bahkan ada yang mengaku sebagai pengacara dan mencoba melayangkan somasi dalam waktu 1×24 jam terkait pernyataannya," tuturnya.

DIANCAM - Kholid Miqdar, Nelayan asal Kabupaten Serang, Banten, saat ditemui usai Aksi Penolakan PIK 2 di halaman Makam Sultan Agung Tirtayasa, Serang, Minggu (9/2/2025).
DIANCAM - Kholid Miqdar, Nelayan asal Kabupaten Serang, Banten, saat ditemui usai Aksi Penolakan PIK 2 di halaman Makam Sultan Agung Tirtayasa, Serang, Minggu (9/2/2025). ()

“Itu bentuk intimidasi. Banyak yang mencoba mencari saya, tapi sampai sekarang belum ada yang benar-benar menemui," jelasnya. 

Kholid mengungkapkan, dirinya sudah dua kali disomasi dalam 1×24 jam, akibat pernyataannya yang menuding adanya ketertiban calo tanah dengan kepala desa atau lurah.

"Tapi saya siap mempertanggungjawabkan semua pernyataan saya,” tegasnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved