Senin, 20 April 2026

Waspada Penipuan Bermodus Menawarkan Aktivasi KTP Digital di Surabaya, Bisa Bobol Data dan M-Banking

Eddy mengungkapkan, biasanya pelaku menawarkan verifikasi data melalui telepon atau pesan WhatsApp (WA). 

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Deddy Humana
surya/Bobby Constantine Koloway (Bobby)
ANTISIPASI PENCURIAN DATA: Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya, Eddy Christijanto memberikan penjelasan kepada jurnalis, Senin (20/1/2025) lalu. Dispendukcapil mengingatkan masyarakat mengantisipasi pencurian data dengan modus aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). 

SURYA.CO.ID, KOTA SURABAYA - Pemkot Surabaya menemukan dugaan penipuan dengan modus aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Atas temuan ini, masyarakat diminta waspada.

Berdasarkan temuan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya, ada oknum yang memanfaatkan minimnya pemahaman masyarakat terhadap layanan digital resmi pemerintah untuk aktivasi KTP digital tersebut. 

Melalui sebuah link, korban akan diminta mengakses sebuah laman tertentu yang ternyata menuju dugaan pencurian data pribadi (phising).

Kepala Dispendukcapil Surabaya, Eddy Christijanto menegaskan bahwa aktivasi IKD tidak bisa dilakukan melalui online (daring).

"Aktivasi IKD di Surabaya hanya bisa dilakukan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Siola, kantor kelurahan dan kecamatan," ujar Eddy di Surabaya, Kamis (30/1/2025).

Eddy mengungkapkan, biasanya pelaku menawarkan verifikasi data melalui telepon atau pesan WhatsApp (WA)

Kemudian penipu akan meminta korban untuk memberikan Nomor Induk Kependudukan (NIK), foto Kartu Tanda Penduduk (KTP), atau kode OTP (One Time Password) dengan alasan untuk verifikasi data.

Setelah semuanya diketahui, maka data korban akan diambil alih. "Hati-hati, data tersebut bisa disalahgunakan untuk kejahatan," ujar Eddy.

Ketika tautan tersebut diakses, maka data korban akan diambil alih. "Penipu juga mengarahkan untuk masuk di aplikasi buatan sendiri, di situ biasanya ada tulisan APK yang bisa berpengaruh terhadap M-banking atau data penting lainnya yang tersimpan di handphone," paparnya.

Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak mempercayai oknum yang mengatasnamakan Dispendukcapil. Terutama yang menawarkan aktivasi melalui pesan pribadi.

Selain tetap waspada, masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada aparat penegak hukum apabila menemui aksi penipuan serupa. Hal ini penting untuk mencegah potensi kerugian yang lebih luas.

"Harap berhati-hati, apalagi ada modus yang menawarkan hal mencurigakan. Terpenting jangan memberikan identitas pribadi kepada orang tidak dikenal," tegas Eddy.

Untuk mengingatkan masyarakat, Eddy menjelaskan bahwa aktivasi KTP digital bisa datang ke MPP Siola, kantor kelurahan dan kecamatan setempat. 

"Warga cukup datang ke kantor pelayanan dengan membawa handphone masing-masing, nantinya petugas akan langsung mendampingi melakukan aktivasi. Proses sangat cepat hanya sekitar lima menit," urainya.

Di luar aktivasi IKD, ada sejumlah pelayanan yang diakses melalui online. Sebelumnya, Dispendukcapil Surabaya telah meluncurkan platform Klampid New Generation (KNG). 

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved