Gerakan Cabut Paku Warnai Peringatan HUT ke-57 SMAK Tulungagung
Dengan teliti mereka mencari setiap paku yang menancap di batang pohon yang ada di tepi jalan protokol ini.
Penulis: David Yohanes | Editor: Titis Jati Permata
Salah satu alumni SMAK Tulungagung adalah Gatut Sunu Wibowo, calon bupati yang mendapat suara terbanyak pada Pilkada 2024 lalu.
Winarto mengaku mendukung komitmen sosial dan kepedulian lingkungan hidup dari pemimpin baru di bawah Gatut Sunu.
“Bersama-sama kita menjadikan Tulungagung bersih, Tulungagung cemerlang, dan tempat buat budaya klasik kegotongroyongan,” tambahnya.
Menurut Ketua Panitia sekaligus Wakil Forum Komunitas Hijau (FKH) Tulungagung, Hariyadi, ada 375 siswa yang terlibat dalam kegiatan.
SMAK Tulungagung telah menjadi bagian dari jaringan sekolah Adiwiyata Mandiri yang punya komitmen menjaga lingkungan.
Gerakan cabut paku ini bagian dari komitmen pemeliharaan, penanaman dan pembibitan pohon.
“Gerakan cabut paku jarang dilakukan dan banyak yang tidak peduli. Masyarakat juga tidak peduli,” ucap Hariyadi.
Jika pohon dipaku maka jaringan kulit akan rusak sehingga rawan terjadi infeksi hama, mati kemudian tumbang.
Paku juga menyebabkan jaringan dalam pohon juga rusak.
Karena itu pohon tidak boleh dipaku, hanya boleh diikat misalnya untuk kepentingan pemasangan materi iklan.
“Saat musim politik kami didebat karena ada yang menolak pencabutan paku, mereka meminta regulasi. Padahal regulasinya sudah jelas,” tegas Hariyadi.
BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS
| Yamaha Rilis Skutik Classy Varian Baru di Surabaya: Dirancang untuk Gen Z |
|
|---|
| ASUS Rilis ExpertBook Ultra, Laptop AI Premium Dibanderol Rp 38 Juta Hingga Rp 82 Juta |
|
|---|
| Sosok Ketum MUI KH Anwar Iskandar yang Ingatkan KSP Dudung Abdurachman untuk Menjaga Mulut |
|
|---|
| 10 Prodi Saintek Paling Diminati di Unej, Kedokteran dan Keperawatan Masih Favorit |
|
|---|
| Sholawat Tibbil Qulub: Lirik Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya sebagai Obat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/paku-yang-tertancap-di-pohon-tepi-Jalan-WR-Supratman-Pasar-Wage-Tulungagung.jpg)