Selasa, 2 Juni 2026

Apa Itu ‘Lavender Marriage’ Istilah Yang Lagi Ramai Dibahas Di Medsos

Istilah asing ini ini mencuri perhatian banyak orang, terutama kalangan muda yang aktif membahas isu-isu tentang hubungan. 

Tayang:
Editor: Wiwit Purwanto
KOMPAS.com
Ilustrasi pernikahan 

SURYA.CO.ID – Belakangan ini istilah lavender marriage menjadi pembahasan ramai oleh warganet di media sosial. 

Istilah asing ini ini mencuri perhatian banyak orang, terutama kalangan muda yang aktif membahas isu-isu tentang hubungan. 

Apa sih lavender marriage itu ? Berikut ulasannya.

Melansir Marriage.com, lavender marriage adalah pernikahan antara seorang perempuan dan laki-laki yang setidaknya salah satu di antaranya memiliki orientasi berbeda, misalnya homoseksual atau biseksual. 

Pernikahan dilaksanakan untuk alasan selain cinta.

Baca juga: Jancok Umpatan Khas Suroboyo Ramai di Medsos, Berasal dari Nama Tank Belanda Ini Kata Budayawan

Kata "lavender" sendiri menggambarkan perpaduan warna yang secara tradisional dikaitkan dengan gender. 

Biasanya, lavender marriage diatur untuk menyembunyikan orientasi salah satu pasangan dan menghindari tekanan masyarakat. 

Meski beberapa negara telah memperbolehkan pernikahan sesama jenis, tekanan sosial dan stigma terhadap LGBTQ+ masih sangat kuat. 

Oleh karena itu, lavender marriage sering menjadi pilihan bagi individu yang ingin menghindari stigma masyarakat dan melindungi karier dan reputasinya. 

Lavender marriage sebenarnya terjadi di berbagai belahan dunia, hanya saja tidak terlalu dibicarakan secara terbuka.

Dalam beberapa kasus, lavender marriage juga ditemukan di kalangan selebritas, politisi, dan orang-orang ternama.

Sementara itu mengutip dari Wikipedia pernikahan lavender adalah perkawinan orientasi campuran laki-laki-perempuan, yang dilakukan sebagai perkawinan demi kenyamanan untuk menyembunyikan orientasi seksual yang distigmatisasi secara sosial dari salah satu atau kedua pasangan. 

Istilah ini berasal dari awal abad ke-20 dan digunakan hampir secara eksklusif untuk mencirikan pernikahan selebriti tertentu di paruh pertama abad ke-20, terutama sebelum Perang Dunia II, ketika sikap publik membuat seseorang yang mengakui homoseksualitas tidak mungkin untuk mengejar karir publik terutama di industri film Hollywood. 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved