Sabtu, 25 April 2026

Ketua DPRD Kediri Ingatkan Makan Gratis Tepat Sasaran, Makanan Harus Diawasi dan Tidak Sampai Basi

agar tidak menimbulkan masalah, mengingat satu dapur harus mampu melayani hingga 3.000-3.500 pelajar setiap harinya

Penulis: Isya Anshori | Editor: Deddy Humana
surya/isya anshori
Murid di SLB Pelita Hati di Desa Padangan, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri mendapat makan bergizi gratis, Selasa (14/1/2025). 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Ketua DPRD Kabupaten Kediri, Murdi Hantoro mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah dimulai, Senin (13/1/2025) lalu. 

Ia menilai, program ini sangat dinantikan oleh masyarakat dan perlu diawasi dengan ketat agar benar-benar bermanfaat bagi semua pelajar, termasuk siswa di Sekolah Luar Biasa (SLB).  

"Program ini sangat bagus dan sangat diharapkan oleh masyarakat. Pelaksanaannya harus betul-betul diawasi agar tepat sasaran dan memberikan manfaat. Tidak hanya untuk PAUD hingga SMA, tetapi SLB juga harus mendapatkan perhatian. Intinya, semua pelajar harus merasakan manfaat program ini," tegas Murdi, Selasa (14/1/2025).  

Politisi PDI Perjuangan ini juga menyoroti pentingnya manajemen distribusi makanan agar tidak menimbulkan masalah, mengingat satu dapur harus mampu melayani hingga 3.000-3.500 pelajar setiap harinya.  

"Karena ini makanan matang, jangan sampai ada yang basi atau kadaluarsa. Penanganannya harus serius agar tidak ada kendala dalam pelaksanaan," imbuhnya. 

Di Kabupaten Kediri, salah satu SLB yang mendapat perhatian dalam program MBG adalah SLB Pelita Hati di Desa Padangan, Kecamatan Kayen Kidul. Sekolah ini menerima distribusi makanan bagi siswa SD, SMP, SMA, hingga mereka yang menjalani terapi.  

Kepala Sekolah SLB Pelita Hati, Suhermi menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian pemerintah terhadap anak-anak berkebutuhan khusus.  

"Sebagai sekolah luar biasa, kami tidak bisa menuntut banyak. Tetapi kami optimis pemerintah akan terus memikirkan yang terbaik untuk anak-anak kami. Yang terpenting adalah pemenuhan gizi seimbang untuk mencegah stunting dan mencerdaskan kehidupan bangsa," ucap Suhermi. 

Program MBG juga mendapatkan tanggapan positif dari wali murid. Sunarsih, nenek salah satu siswa kelas 5 SLB Pelita Hati, mengungkapkan kebahagiaannya karena cucunya sangat menikmati makanan yang disediakan.  

"Dengan program ini, cucu saya makan dengan sangat lahap. Tadi ia bahkan makan sendiri tanpa ingin disuapi," kata Sunarsih. 

Meski begitu, pihak sekolah mencatat menu makanan para siswa masih terbatas. Pada hari kedua, menu telur bumbu Bali dan tahu crispy menjadi favorit, sementara sayuran seperti oseng kacang panjang dan kecambah kurang diminati oleh siswa. 

Sementara untuk distribusi makanan di SLB Pelita Hati berjalan lancar dan tepat waktu. Paket makanan telah diterima siswa pada pukul 07.30 WIB sesuai jadwal 

"Hal terpenting, pemenuhan gizi seimbang, sehingga bisa mencegah kasus stunting dan ikut berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa," harapnya. ****

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved