Ratusan Sapi Terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku, Pemkab Ponorogo Putuskan Tutup Pasar Hewan 2 Pekan

Sebanyak 9 pasar hewan di Ponorogo ditutup mulai Jumat (10/1/2025), lantaran ratusan sapi terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK).

Penulis: Pramita Kusumaningrum | Editor: irwan sy
ist
Sebanyak 9 pasar hewan di Ponorogo ditutup mulai Jumat (10/1/2025), lantaran ratusan sapi terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK). 

SURYA.coid, PONOROGO - Sebanyak 9 pasar hewan di Ponorogo ditutup mulai Jumat (10/1/2025), lantaran ratusan sapi terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kesembilan pasar hewan yang ditutup itu adalah Badegan, Sumoroto, Ngumpul Balong, Slahung, Bungkal, Tamansari Sambit, Jetis, lalu dua pasar hewan kecil adalah Pasar Balong dan Sawoo.

“Berkaitan hal tersebut kami memberitahukan untuk sementara pasar hewan di Ponorogo di lakukan penutupan sementara selama 14 hari,” ungkap Kepala Disperdagkum Ponorogo, Ringga Dwi Heri Irawan, Jumat (10/1/2025).

Penutupan pasar hewan ini dimulai Rabu (8/1/2025) sampai Rabu (21/1/2025).

"Total ada 9 pasar hewan yang ditutup. Yang jelas langkahnya kita kemarin membuat surat ke pedagang untuk tidak berjualan di tanggal yang sudah kita tentukan,” katanya.

Ringga menjelaskan bahwa secara berkala menempatkan staff atau petugas ke pasar untuk mengamankan.

“Itu dilakukan dalam rangka untuk memutus rantai penyebaran PMK ini. Karena namanya perdagangan kan ada yg dari luar, kalau tidak kita lakukan penutupan takutnya penyebarannya semakin luas,” tegasnya.

Sebelumnya, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko (Kang Giri), mengambil sikap untuk menutup Pasar Hewan di Ponorogo.

"Ini buntut ratusan sapi di Bumi Reog terjangkit. Juga ditelepon pak Dwi (Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno) menutup pasar hewan untuk langkah awal PMK biar tidak semakin menyebar,” jelas Kang Giri.

Dia menjelaskan langkah penutupan pasar hewan yang ada di Ponorogo sudah dipikirkan beberapa hari lalu.

Namun penutupan pasar hewan tidak serta merta bisa langsung.

“Menyangkut ekonomi dan perut rakyat saya butuh mengkaji bukan memperlambat. Jangan sampai keputusan merugikan beberapa pihak,” tegasnya.

Namun, kemudian hasil kajian beberapa wkatu terakhir.

Juga PMK yang kemudian kian merebak di Ponorogo, dia kemudian mengambil sikap menutup Pasar Hewan.

“Hasil kajian cocok apa yang disampaikan ketua dewan (penutupan Pasar Hewan). Imbauan beliau Pak Dwi ditutup ya kami tutup,” pungkasnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved