Jumat, 10 April 2026

Amalan Islam

Amalan Bulan Rajab Selain Puasa, Wanita Haid Boleh Mengerjakannya

Amalan Bulan Rajab Rajab Selain Puasa Sunnah, Wanita Haid Boleh Mengerjakannya

Penulis: Arum Puspita | Editor: Musahadah
Canva
Ilustrasi puasa Rajab. 

SURYA.CO.ID - Pada bulan Rajab, Umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan sunnah.

Ustadz Abdul Somad menerangkan, amalan paling utama di bulan Rajab, yakni puasa sunnah, sholat sunnah, dan membaca Al Quran.

Namun, amalan tersebut tidak bisa dilakukan oleh wanita yang sedang datang bulan atau haid.

Oleh karenanya, terang Ustaz Abdul Somad, ada amalan lainnya yang bisa dilakukan oleh siapa saja.

Yakni membaca dzikir bulan rajab yang berbunyi 'la ilaha illallah', sholawat dan istighfar.

"Pejamkan mata, ambil tasbih dan berzikir, afdholi dzikri fa'lam annahu la ilaha illalla 100 kali, kurang banyak? 1000 kali, sholawat, istighfar," jelas Ustadz Abdul Somad

Ustadz Abdul Somad menambahkan, Bulan Rajab adalah bulan mulia sehingga baik diisi dengan kemuliaan.

"Isi bulan-bulan Rajab ini dengan kemuliaan, belum tentu bulan Rajab depan kita masih hidup," tambahnya.

Keutamaan Bulan Rajab

Dikutip dari laman Pondok Pesantren Tebuireng Jombang yaitu Tebuireng Online, berikut sejumlah keutamaan Bulan Rajab.

1. Bulan Suci

Bulan Rajab adalah bulan mulia dan suci sebagaimana Firman Allah SWT dalam surat at Taubah ayat 36.

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.” (QS. At Taubah:36).

Rasulullah SAW bersabda, yang artinya, ”Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadal (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679). Jadi, empat bulan suci tersebut adalah (1) Dzulqo’dah; (2) Dzulhijjah; (3) Muharram; dan (4) Rajab.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved