Jumat, 17 April 2026

Bocah Banyuwangi Korban Kekerasan

Tragisnya Kepergian Bocah 7 Tahun di Banyuwangi, Diduga Dirudapaksa Lalu Dibunuh

Bocah berusia 7 tahun di Banyuwangi, Jawa Timur, ditmukan meninggal dengan kondisi menggenaskan. Alat vitalnya rusak dan kepalanya bocor. 

|
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Aflahul Abidin
DCNA menuliskan nama anggota keluarganya di dinding rumah bagian depan dengan menggunakan spidol (kiri) dan TKP dugaan rudapaksa dan pembunuhan bocah kelas 1 MI di Banyuwangi, Jawa Timur. 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - "Mbah, apa benar kata Bu Guru, kalau rajin salat, kalau nanti mati masuk surga?"

"Iya."

"Mbah, apa benar di surga banyak taman-taman yang indah?"

"Waduh, Mbah tidak bisa menjelaskan. Kapan-kapan, ya."

Belum juga sempat penjelasan tentang taman-taman indah di surga itu bisa disampaikan sang kakek, CNA (7) sudah pergi untuk selama-lamanya. 

Percakapan tersebut, terjadi tiga hari sebelum CNA merenggang nyawa akibat kekerasan seksual dan penganiayaan.

Siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) kelas I itu, meninggal dengan kondisi menggenaskan. Alat vitalnya rusak dan kepalanya bocor. 

CNA ditemukan meninggal dunia berseragam sekolah di lahan kebun yang berjarak 150 meter dari rumahnya di Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim) pada Rabu (14/11/2024).

Meninggalnya bocah periang itu mengejutkan pihak keluarga. Peristiwa memilukan itu terjadi saat CNA dalam perjalanan pulang sekolah. 

Diduga, CNA mendapat kekerasan seksual dan fisik oleh seseorang yang hingga saat ini belum terungkap identitasnya.

Kakek CNA, Sutrisno mengenang cucunya sebagai anak yang sopan dan mandiri. 

Meski baru berusia 7 tahun, bocah itu sudah terbiasa mencuci baju sendiri. 

Bahkan, sering membantu sang ibu memasang jemuran di teras rumah.

Selain itu, CNA juga anak penyayang keluarga. Sehari sebelum tewas, ia menuliskan nama anggota keluarganya di dinding rumah bagian depan dengan menggunakan spidol.

"Saya juga sering dibikinkan kopi. Anak itu tidak pernah nakal. Tidak pernah aneh-aneh. Tiap hari dia main di rumah bersama kakaknya. Kalau sudah waktunya pulang sekolah, ya pulang. Tidak pernah mampir-mampir," terang Sutrisno, di rumah duka, Kamis (14/11/2024).

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved