Berita Surabaya
Menikmati Wisata Kota Surabaya dalam 24 Jam
Selama akhir pekan di hari Jumat-Sabtu-Minggu, GoCar juga punya penawaran diskon lewat kode promo GOWEEKEND.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Seorang rekan yang bisa dipanggil Rini, datang dari Jakarta, minta ditemani untuk jalan-jalan keliling kota Surabaya. Kami pun bertemu di terminal 1 Bandara Juanda Surabaya yang ada di Sidoarjo, sekitar pukul 11.00 WIB, setelah pesawat yang ditumpangi Rini mendarat pukul 10.30 WIB.
Setelah bertemu, Rini langsung minta diantar makan siang di Pasar Atom. "Aku kangen lontong mie di Pasar Atom," ujar Rini yang pernah tinggal di Surabaya di tahun 2015-2017 tersebut. Kami pun langsung naik GoCar Airport XL dengan mobil besar meski bawaan kami tidak banyak. Dapat tarif Rp 176.000, kami meluncur dengan mobil tipe minibus warna putih. Aslinya harganya Rp 476.000 tapi bisa hemat sampai tiga ratus ribu karena pakai promo GOBANDARA yang memang khusus bisa dipakai dari dan ke bandara.
Setelah perjalanan selama 50 menit, akhirnya kami sampai di Pasar Atom. Kami langsung menuju ke Kafe Marlia, di lantai 2. Menu lontong mie yang sudah menjadi incaran pun langsung dipesan.
"Kami mau lontong mie spesial, dan minum es teh manis," kata Rini kepada pelayan Kafe Marlia.
Lontong mie merupakan salah satu menu favorit bila ke Pasar Atom. Setelah menyantap lontong mie, kami lanjut jalan-jalan ke area pakaian. Beberapa pakaian dibeli Rini dan sekitar pukul 14.00 WIB, kami memutuskan geser ke tempat lain.
Tak lupa mampir ke stan Cakue Peneleh yang ada di lantai dasar Pasar Atom untuk dibawa pulang.
Karena suasananya mendung dan udara sudah tidak begitu panas, Rini mengajak untuk jalanjalan di kawasan Kota Tua Surabaya yang memang sedang hype. Meski dekat dengan Pasar Atom, kami tidak mau jadi lelah sehingga naik order GoCar dari Pasar Atom tujuan Jembatan Merah Plaza (JMP).
Waktu tempuh hanya sekitar 15 menit, dengan tarif untuk Go Car Comfort Rp 32.000. Selama akhir pekan di hari Jumat-Sabtu-Minggu, GoCar juga punya penawaran diskon lewat kode promo GOWEEKEND. Dengan kode ini kita bisa dapat beberapa kali potongan harga senilai Rp 30.000, cocok untuk yang pergi ke beberapa lokasi di akhir pekan seperti kita.
Kami turun di depan JMP. Kemudian jalan-jalan di Taman Sejarah dan Museum Hidup Kota Lama Surabaya, atau yang dulu biasa disebut Taman Jayengrono. Menikmati trotoar yang lebar dan bersih, sambil melihat gedung-gedung ala Eropa yang ada di sekitar Taman.
Kami pun sibuk berfoto ria. Kemudian menyempatkan diri masuk ke gedung museum de Javasche Bank atau bank Indonesia zaman Belanda.
Di gedung itu bisa masuk ke aula gedung yang di salah satu sisinya ada area tempat transaksi antara nasabah dan teller. Masih model lama dengan pintu-pintu unik agar nasabah tidak terganggu saat dilayani oleh teller. Di lantai bawah, juga bisa melihat kamar brankas yang besar dengan pintu besi yang berat. Juga ada lorong ruangan dengan kaca-kaca yang disebut petugas sebagai CCTV jaman dulu.
Lelah keliling gedung dan taman, kami menemukan halte mobil semacam VW yang sudah dimodifikasi dengan bisa membawa penumpang lebih banyak. Pengemudi mobil kemudian menawari kami untuk keliling dengan membeli tiket Rp 20.000 per orang di lokal yang berada di sisi timur Taman Jayengrono.
Kami pun sepakat dan bersama penumpang lain, sekitar 10 orang, mobil pun mengantar kami keliling dari Jalan Kembang Jepun, Jalan Gula, Jalan Karet hingga Jalan Mliwis. Di jalan ini, mobil berhenti di depan bangunan lama namun telah direnovasi secara modern, dan di atasnya tertulis sebagai Perusahaan Limun dan Sirup Telasih "Siropen".
Merupakan perusahan sirup sejak zaman Belanda dan bersyukurlah bisa mencicipi produknya berupa sirup rasa Rose dan Frambos.
" Seger sekali rasanya. Lumayan lah, rasanya beda dengan sirup lainnya, ada kecut-kecutnya tapi enak," ungkap Rini usai menyeruput es sirup rasa Frambos.
Setelah semua penumpang naik kembali, perjalanan lanjut ke Pos Block, yaitu kantor pos Kebon Rojo yang kini telah disulap menjadi tempat estetik dengan gedung lamanya yang khas. Luas dan tinggi.
Waktu menjelang pukul 16.00 WIB, dan rombongan pun kembali ke halte mobil.
Sudah mulai lelah, namun kami masih ingin ke salah satu tempat lagi di kota Surabaya. Dari Taman Jayengrono, kami order GoCar lagi untuk menuju ke Surabaya North Quay (SNQ).
Perjalanan sekitar 25 menit dan karena waktu sore dan terlihat ada kepadatan arus lalu lintas, harga GoCar Comfort kami mencapai Rp 45.000.
SNQ adalah terminal penumpang pelabuhan Tanjung Perak yang berada di lantai tiga. Kami ingin menikmati sore sambil melihat matahari terbenam di pinggir laut kota Surabaya.
Setelah sampai di depan SNQ, kami harus beli tiket Rp 10.000 per orang. Tiket itu ada potongan Rp 4.000 untuk belanja minimal Rp 20.000 di area foodcourt SNQ yang ada di lantai
3.
Rini sangat antusias masuk di SNQ yang cukup bersih dan rapi. Untuk naik ke lantai 3 juga ada eskalator yang nyaman. Saat sampai di lantai 3, sebelum ke area outdoor atau anjungan yang menghadap langsung ke laut, pengunjung disuguhi dengan koleksi miniatur kapal-kapal yang ada di kawasan perairan pelabuhan Tanjung Perak. Mulai dari jenis kapal tandu, hingga kapal kontainer.
Selanjutnya begitu keluar ke anjungan SNQ, pemandangan perairan pelabuhan Tanjung Perak tampak penuh dewan kapal-kapal laut aneka bentuk dan ukuran.
"Kalau pas beruntung ada kunjungan kapal pesiar, juga bisa lihat kapal pesiar di dermaga SNQ ini," cerita salah satu penjaga.
Kami pun menikmati sore hari hingga matahari tenggelam dengan duduk-duduk di area outdoor sambil menikmati cemilan dan minuman kopi yang dibeli di areal food court. Area itu cukup menyediakan berbagai pilihan makanan mulai yang ringan hingga berat.
Usai matahari tenggelam, kami memutuskan untuk kembali ke tengah kota Surabaya dan mengantar Rini untuk istirahat di Hotel.
Dari SNQ kami pesan GoCar Comfort dengan tujuan Hotel Majapahit di Jalan Tunjangan. Rini sudah booking di hotel tersebut.
Perjalanan dilalui sekitar 40 menit dan tarif yang kami dapat Rp 50.000.
Sesampainya di Hotel Majapahit, kami check in kamar, dan bersih diri. Sebelum tidur ternyata perut kami minta diisi. Kamu pun memutuskan keluar hotel dan berjalan di Jalan Tunjungan, yang malam itu penuh dengan wisata kuliner.
Kurang tertarik dengan menu makanan modern yang ada di sepanjang Jalan Tunjungan, kami memilih berbelok ke Jalan Pasar Genteng. Ada tempat makan yang cukup ramai oleh pembeli. Kami pun tertarik mencoba makan malam ditempat ini. Yaitu warung seafood Bang Jaja. Menu makanan laut seperti baronang bakar, udang asam manis, cumi goreng sambal dan kerang goreng mentega, ditambah ca kangkung dan lalapan, kami pilih jadi santapan malam. Tak lupa sambal pencit atau mangga muda.
"Puas sekali hari ini jalan-jalannya. Besok dilanjut lagi ya, sebelum ke Bandara Juanda untuk kembali ke Jakarta," pinta Rini.
Selesai bersantap kami pun kembali berjalan untuk istirahat di Hotel Majapahit. Hotel yang juga sarat dengan sejarah perjuangan warga kota Surabaya.
Esok pagi kami ceritakan lagi, izinkan untuk kami istirahat sejenak.
Keesokan pagi, kami mengawali dengan sarapan di Hotel Majapahit pukul 06.00 WIB. Rini ingin sarapan kulineran di luar Hotel. Namun karena booking kamar sekalian dengan sarapan, kami pun akhirnya bersantap pagi di Indigo Resto Hotel Majapahit.
Menu yang disajikan cukup lengkap. Mulai dari menu tradisional hingga western. "Kita cukup sarapan disini saja deh. Cukup lengkap semuanya, ada nasi kuning, rawon. Juga ada steak, pizza. Aku mau coba semuanya," ungkap Rini.
Setelah bersantap sekitar 1 jam, di lobi Hotel ada rombongan tamu yang kelihatannya ingin jalan keliling hotel dipandu salah satu petugas Hotel. Kami pun izin untuk ikut.
Kami mendapat kesempatan tour Hotel dengan ditunjukkan ke area meeting room yang disebut Balai Andhika. Area ini adalah bangunan kuno dengan ornamen khas Eropa. Kemudian ke area atas hotel yang menjadi tempat bersejarah sebagai tempat peristiwa perobekan warna biru bendera Belanda berganti menjadi warna merah putih.
Tak lupa karena kamar sedang kosong, kami diajak melihat kamar tipe President Suite Hotel Majapahit yang merupakan kamar model lama yang sangat premium.
Puas keliling area Hotel, Rini mengajak check out untuk kembali ke Bandara Juanda. Namun karena penerbangan ke Jakarta masih pukul 12.00 WIB, Rini minta diantar ke satu tempat yang alami.
Check out pukul 08.00 WIB, kami kembali pesan GoCar Comfort menuju ke Eco Wisata Mangrove di Gunung Anyar.
"Lokasinya dekat dengan Bandara Juanda. Jadi kita bisa mampir sebentar," kataku ke Rini. Karena masih pagi, GoCar Comfort yang kami pesan dengan tarif Rp 94.000, waktu tempuh 40 menit.
Sesampainya di Ekowisata Mangrove, kami membayar tiket masuk seharga Rp 15.000 per orang. Kemudian berjalan ke arah timur untuk menuju ke area hutan. Oleh petugas kami ditawari menikmati hutan mangrove naik perahu hingga ke muara sungai. Kami pun tertarik dan sepanjang menyusuri sungai, petugas bercerita tentang jenis-jenis mangrove dan hewan burung yang terlihat bertengger di atas pohon.
"Di sini kalau lagi musim akan jadi jujugan bagi burung-burung yang migrasi dari benua Australia ke Asia Timur. Seperti burung Pelikan, burung pantai dan burung air," beber petugas.
Setelah sekitar 30 menit naik perahu menuju muara, kami mendapat kesempatan berjalan-jalan di jembatan kayu yang ada di tengah-tengah hitam bakau diatas perairan dangkal. Mangrove memang tumbuh di lahan berair yang juga terkena pasang surut air laut.
Usai berjalan-jalan kami beristirahat dan menikmati minuman dan camilan di area food court dengan jajaran UKM makanan dan minuman. Kami mencoba menu sirup mangrove dan cemilan dari tepung yang juga dari buah mangrove.
"Buah mangrove yang dipakai untuk sirup jenis Mangrove Pedada, yang buahnya seperti apel kecil. Juga bisa dikeringkan, ditumbuk jadi tepung dan dibuat aneka keripik atau kue kering," cerita salah satu ibu UKM.
Setelah puas makan dan minum, kami kemudian berjalan keluar dan pesan GoCar untuk ke bandara Juanda. Kami pilih GoCar Prioritas agar cepat datang dan dapat dengan harga Rp 66.000. Waktu tempuh sekitar 30 menit.
Tepat pukul 10.30 kami sampai di terminal 1 Juanda Surabaya di Sidoarjo dan selesai sudah petualangan kami selama 24 jam keliling kota Surabaya. Kami berpisah dan Rini kembali ke Jakarta membawa kenangan dan aneka oleh-oleh dari Surabaya.
➢ IKUTI UPDATE BERITA MENARIK LAINNYA di GOOGLE NEWS SURYA.CO.ID
Menikmati Wisata Kota Surabaya dalam 24 Jam
GoCar
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk
GoCar Comfort
GOWEEKEND
Surabaya
| Tragedi Berdarah di TPU Mbah Ratu Surabaya, Pelaku Pembacokan Ternyata Residivis Narkoba |
|
|---|
| Detik-detik Kasir Minimarket di Surabaya Gagalkan Pencurian Motornya, Kejar Pelaku Sejauh 700 Meter |
|
|---|
| Kapal Pesiar Mewah Seven Seas Tiba di Surabaya North Quay Hari Ini, Simak Jadwalnya |
|
|---|
| Fisip Ubhara Surabaya Jajaki Kerjasama dengan Tribun Jatim Network |
|
|---|
| Berita Surabaya Hari Ini: Peluncuran Koperasi Digital, Jadwal Commuter Line yang Baru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Mobil-VW-wisata-yang-bisa-dipakai-pengunjung-kota-Lama-Surabaya-untuk-keliling-di-seluruh-kawasan.jpg)