Ketahanan Pangan Jatim
Bikin Sumringah Petani, Program Listrik Masuk Sawah Hingga Sumur Dalam Di Ponorogo
Pemkab Ponorogo juga sudah menandatangani kesepakatan bersama dengan pihak PLN UP3 Ponorogo. Tentang adanya program listrik masuk sawah
Penulis: Pramita Kusumaningrum | Editor: Wiwit Purwanto
SURYA.CO.ID PONOROGO - Lahan seluas 10 ribu hektar hingga 12 ribu hektar pada 9 kecamatan di Kabupaten Ponorogo bisa panen 3 Sampai 4 kali dalam setahun.
“9 kecamatan itu di Babadan, Sukorejo, Jenangan, Kauman, Sampung, Ponorogo, Badegan, Jambon, dan jetis,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Ponorogo, Supriyanto, Selasa (29/10/2024).
Membuat belasan ribu hektar lahan pertanian bisa panen 3 sampai 4 kali bukan dengan berpangku tangan. Dipertahankan melakukan serangkaian cara agar bisa 3 sampai 4 kali panen.
“Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah air. Terutama kebutuhan air saat musim kemarau seperti saat ini. Hal itu (air) yang kami genjot,” sambungnya.
Baca juga: Padi Jadi Komoditas Unggulan Ponorogo, Jadi Tumpuan Pembangunan Nasional
Dia menjelaskan bahwa pembangunan waduk Bendo yang berlokasi di Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo memang mampu menambah pasokan air untuk mengairi.
“Persawahan yang berada di Kecamagan Sawoo, Sambit, Mlarak, Jetis dan Siman. Walaupun tidak mengairi secara keseluruhan tapi mempunyai dampak positif bagi peningkatan indeksi penanaman padi,” tambahnya.
Namun hal itu dirasa tidak cukup. Sehingga Dipertahankan meluncurkan program pengembangan sumur dalam dengan target 20 gektar lahan tadah hujan akan dibangun satu sumur dalam.
“Pemkab Ponorogo juga sudah menandatangani kesepakatan bersama dengan pihak PLN UP3 Ponorogo. Tentang adanya program listrik masuk sawah,” tegasnya
Supriyanto menjelaskan rogram Electrifyng Agriculture, PT PLN (Persero) menghadirkan kemudahan akses listrik bagi para pelaku sektor usaha pertanian di bumi reog.
Tercatat peningkatan pemanfaatan lahan pertanian hingga sebesar 70 juta hektar di Kabupaten Ponorogo yang mendukung Ketahanan Pangan Nasional.
Dengan hadirnya listrik PLN, sistem pengairan yang digunakan petani saat ini sumur dalam, yang berpotensi meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) Padi lebih dari 3.
”Ponorogo saat ini masuk menjadi objek Panen Raya IP 200, IP 300 dan IP 400 dimana ini semua adalah efek dari listrik masuk sawah guna kebutuhan pengairan para petani. Tidak hanya itu, ini juga berkat kerjasama seluruh lapisan,” tambahnya.
Dia mencontohkan salah satu yang telah 3 sampai 4 kali panen adalah lahan di Desa Pondok, Kecamatan Babadan. Dimana ada 60 hektar yang dukunya adalah lahan kering yang ditanami tebu.
Kini berubah menjadi lahan sawah yang bisa 3 sampai 4 kali panen padi dalam setahun. Padahal dulunya menggantungkan hidup pada tanaman tebu.
Secara total lahan pertanian Desa Pondok) ada 60 hektar. Rata-rata panen 7 ton per hektar. Jadi 420 ton gabah kering panen.
Lahan di Desa Pondok itu berhasil beralih fungsi karena berbagai hal.
“Setelah adanya listrik masuk sawah, sumur dalam, bisa menjadi padi 3-4 kali,” pungkasnya.
| Lamongan Raih Penghargaan di HUT Ke-35 Harian SURYA, Buktikan Jadi Penghasil Padi dan Ikan Terbesar |
|
|---|
| Jadi Salah Satu Penghasil Beras Terbanyak Jatim, Bojonegoro Raih Ketahanan Pangan Surya Awards 2024 |
|
|---|
| Penghargaan Ketahanan Pangan Surya Awards 2024, Inilah Sejumlah Daerah di Jawa Timur yang Terpilih |
|
|---|
| Pemprov Jatim Raih Penghargaan Surya Awards Kategori Provinsi Lumbung Pangan Nasional |
|
|---|
| Mentan Beri Kabar Baik Bagi Petani Milenial : Bakal Dapat Pendapatan Rp 10 Juta Perbulan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/listrik-masuk-sawah-ponorogo.jpg)