Senin, 13 April 2026

Ketahanan Pangan Jatim

Bikin Sumringah Petani, Program Listrik Masuk Sawah Hingga Sumur Dalam Di Ponorogo

Pemkab Ponorogo juga sudah menandatangani kesepakatan bersama dengan pihak PLN UP3 Ponorogo. Tentang adanya program listrik masuk sawah

surya.co.id/pramita
Warga memanfaatkan listrik masuk sawah, kini bisa memenuhi air hingga bisa menerapkan IP 400  

SURYA.CO.ID PONOROGO - Lahan seluas 10 ribu hektar hingga 12 ribu hektar pada 9 kecamatan di Kabupaten Ponorogo bisa panen 3 Sampai 4 kali dalam setahun.

“9 kecamatan itu di Babadan, Sukorejo, Jenangan, Kauman, Sampung, Ponorogo, Badegan, Jambon, dan jetis,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Ponorogo, Supriyanto, Selasa (29/10/2024).

Membuat belasan ribu hektar lahan pertanian bisa panen 3 sampai 4 kali bukan dengan berpangku tangan. Dipertahankan melakukan serangkaian cara agar bisa 3 sampai 4 kali panen.

“Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah air. Terutama kebutuhan air saat musim kemarau seperti saat ini. Hal itu (air) yang kami genjot,” sambungnya.

Baca juga: Padi Jadi Komoditas Unggulan Ponorogo, Jadi Tumpuan Pembangunan Nasional

Dia menjelaskan bahwa pembangunan waduk Bendo yang berlokasi di Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo memang mampu menambah pasokan air untuk mengairi.

“Persawahan yang berada di Kecamagan Sawoo, Sambit, Mlarak, Jetis dan Siman. Walaupun tidak mengairi secara keseluruhan tapi mempunyai dampak positif bagi peningkatan indeksi penanaman padi,” tambahnya.

Namun hal itu dirasa tidak cukup. Sehingga Dipertahankan meluncurkan program pengembangan sumur dalam dengan target 20 gektar lahan tadah hujan akan dibangun satu sumur dalam.

“Pemkab Ponorogo juga sudah menandatangani kesepakatan bersama dengan pihak PLN UP3 Ponorogo. Tentang adanya program listrik masuk sawah,” tegasnya

Supriyanto menjelaskan rogram Electrifyng Agriculture, PT PLN (Persero) menghadirkan kemudahan akses listrik bagi para pelaku sektor usaha pertanian di bumi reog.

Tercatat peningkatan pemanfaatan lahan pertanian hingga sebesar 70 juta hektar di Kabupaten Ponorogo yang mendukung Ketahanan Pangan Nasional.

Dengan hadirnya listrik PLN, sistem pengairan yang digunakan petani saat ini sumur dalam, yang berpotensi meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) Padi lebih dari 3.

”Ponorogo saat ini masuk menjadi objek Panen Raya IP 200, IP 300 dan IP 400 dimana ini semua adalah efek dari listrik masuk sawah guna kebutuhan pengairan para petani. Tidak hanya itu, ini juga berkat kerjasama seluruh lapisan,” tambahnya.

Dia mencontohkan salah satu yang telah 3 sampai 4 kali panen adalah lahan di Desa Pondok, Kecamatan Babadan. Dimana ada 60 hektar yang dukunya adalah lahan kering yang ditanami tebu.

Kini berubah menjadi lahan sawah yang bisa 3 sampai 4 kali panen padi dalam setahun. Padahal dulunya menggantungkan hidup pada tanaman tebu.

Secara total lahan pertanian Desa Pondok) ada 60 hektar. Rata-rata panen 7 ton per hektar. Jadi 420 ton gabah kering panen.

Lahan di Desa Pondok itu berhasil beralih fungsi  karena berbagai hal. 

“Setelah adanya listrik masuk sawah, sumur dalam, bisa menjadi padi 3-4 kali,” pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved