Kabinet Prabowo Gibran

Perbandingan Harta 4 Utusan Khusus Presiden, Raffi Ahmad Kalah Tajir dari Ini, Ada Anak Menteri

Inilah sosok dan harta kekayaan 4 utusan presiden yang baru dilantik Prabowo. Ternyata kekayaan

Editor: Musahadah
kolase instagram
Presiden Prabowo melantik 7 utusan khusus, diantaranya Raffi Ahmad, Muahmmad Mardoiono, Zita Anjani dan Gus Miftah. Ini perbandingan hartanya. 

Raffi Ahmad merupakan seorang presenter populer di Indonesia.

Tak hanya menjadi presenter, Raffi Ahmad saat ini juga merupakan seorang aktor, penyanyi, pengusaha, dan YouTuber.

Raffi juga dikenal dengan usahanya yang banyak di dunia bisnis.

Pria yang memiliki nama lengkap Raffi Farid Ahmad tersebut lahir di Bandung, 17 Februari 1987.

Dia merupakan anak sulung dari tiga bersaudara. Kedua adiknya bernama Nisya Saadia Ahmad dan Syahnaz Shadiqa.

Di tahun 2022 lalu, data Digital Net Worth menyebut, Raffi Ahmad ditaksir memiliki kekayaan sekitar US$ 2 juta hingga US$ 3,5 juta atau antara Rp 28,9 miliar sampai Rp 50,6 miliar

Jumlah tersebut dihitung berdasarkan jumlah kekayaan bersih, pendapatan, gaji, aset, mobil, gaya hidup dan lainnya.

Dua tahun kemudian, tepatnya pada 2024, kekayaan Raffi Ahmad diketahui meningkat drastis.

Kini, total kekayaan Raffi Ahmad ditaksir mencapai Rp 400 miliar.

Total kekayaan tersebut tak lepas dari sejumlah bisnis yang dijalankan Raffi Ahmad seperti Rans Entertainment, kuliner, properti, endorsement hingga beach club. 

Gus Miftah

Gus Miftah saat ditemui dalam acara Kementrian Perdagangan Jakarta pusat, Jakarta Pusat, Jumat (11/8/2023).
Gus Miftah saat ditemui dalam acara Kementrian Perdagangan Jakarta pusat, Jakarta Pusat, Jumat (11/8/2023). (TRIBUNNEWS.COM/Fauzi Nur Alamsyah)

Gus Miftah merupakan sosok pendakwah yang berhasil mencuri perhatian publik dengan gaya dakwahnya yang unik.

Dikenal sebagai pendiri Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta, Gus Miftah memadukan pendekatan modern dan santai dalam menyampaikan ajaran agama.

Hal ini menjadikannya populer, khususnya di kalangan generasi muda. Lahir di Lampung pada 5 Agustus 1981, Gus Miftah tumbuh dalam lingkungan keluarga yang kental dengan tradisi pesantren.

Ia adalah keturunan Kiai Muhammad Ageng Besari, pendiri Pesantren Tegalsari di Ponorogo.

Namun, meski berasal dari keluarga pesantren, Gus Miftah memilih jalur dakwah yang berbeda dari kebanyakan ulama.

Pendekatannya lebih modern, menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan disampaikan dengan humor serta relevansi yang kuat dengan kehidupan sehari-hari.

 Salah satu momen yang membuat namanya semakin dikenal publik adalah ketika ia menggelar acara shalawat di sebuah klub malam di Bali pada tahun 2018.

Pondok Pesantren Ora Aji yang dipimpinnya tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga pusat kegiatan sosial yang diakui oleh masyarakat, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

Selain berdakwah, Gus Miftah juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial, kerap memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Di balik sosok pendakwah, Gus Miftah juga dikenal sebagai pengusaha. Ia memiliki bisnis parfum bernama D’Goes, yang menurutnya didedikasikan untuk pesantren dan para santri.

Selain itu, Gus Miftah pernah menjadi brand ambassador untuk PT Kanomas Arci Wisata, sebuah perusahaan biro perjalanan yang menyediakan paket umrah dan haji.

Gaya dakwah Gus Miftah yang humoris dan mudah dipahami berhasil membuatnya dicintai oleh banyak kalangan, terutama anak muda.

Namun, popularitasnya tidak hanya berasal dari dakwahnya di dunia nyata, tetapi juga melalui platform digital.

Kanal YouTube pribadinya, Gus Miftah Official, sampai Oktober 2024 telah memiliki 1,13 juta subscriber dengan total lebih dari 136 juta tayangan.

Hal ini semakin memperkuat posisinya sebagai figur publik yang berpengaruh di kalangan generasi muda. 

Berbicara tentang harta kekayaan, meski Gus Miftah tidak pernah secara terbuka membahas mengenai tarif dakwahnya, kabar beredar bahwa angka yang dipatok bisa mencapai Rp3 miliar hingga Rp 7,5 miliar.

Namun, Gus Miftah menegaskan bahwa tarifnya disesuaikan dengan pihak yang mengundangnya. Jika yang mengundang berasal dari kalangan pejabat atau figur publik, ia akan menetapkan harga.

Sebaliknya, untuk masyarakat ekonomi ke bawah, Gus Miftah kerap memberikan dakwahnya tanpa mematok bayaran. 

Hingga kini, belum diketahui total harta keseluruhan Gus Miftah.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Profil Gus Miftah, Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan"

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved