Berita Surabaya

Emil Dardak: Hubungkan Surabaya Raya, Pembangunan Jalan OWRR dan SERR Harus Masuk Prioritas

Emil Dardak menjelaskan pembangunan di Surabaya juga harus terintegrasi daerah di sekitarnya, seperti Sidoarjo dan Gresik.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: irwan sy
bobby constantine koloway/surya.co.id
Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024 Emil Elestianto Dardak saat menjadi pembicara bersama Wali Kota Surabaya non-aktif Eri Cahyadi dalam Surabaya Bussines Forum yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya Kamis (17/10/2024). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024, Emil Elestianto Dardak, menjelaskan pembangunan di Surabaya juga harus terintegrasi daerah di sekitarnya, seperti Sidoarjo dan Gresik.

Integrasi akses jalan antara Surabaya dan Kabupaten/Kota sekitarnya akan menyejukkan iklim investasi.

Emil Dardak mencontohkan rencana pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat Surabaya (OWRR) dan pengembangan Jalan Tol Bandara Juanda - Tanjung Perak (SERR), yang mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

Kedua proyek tersebut telah masuk Kawasan Prioritas Gerbangkertosusila dalam Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2019.

Perpres ini mengatur tentang percepatan pembangunan ekonomi di kawasan Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan, Kawasan Bromo-Tengger-Semeru, serta kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.

Hal ini disampaikan Emil Dardak saat menjadi pembicara bersama Wali Kota Surabaya non-aktif Eri Cahyadi dalam Surabaya Bussines Forum yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya Kamis (17/10/2024).

"Makanya, kami mengapresiasikan beliau (Eri Cahyadi) melanjutkan pembangunan OWRR. Salah satunya untuk membangun aglomerasi Surabaya dengan Gresik di wilayah selatannya, termasuk Driyorejo, dan juga Cermai itu akan ditopang oleh adanya OWRR tadi," kata Emil dikonfirmasi seusai acara.

Tak hanya di wilayah barat, pembangunan jalan di wilayah timur dengan adanya SERR diyakini juga akan ikut mengungkit kawasan Surabaya dan Sidoarjo.

"Ada dampak pengembangan wilayah ke arah Timur. Nah ini semua bagian dari mereduksi ruang pertumbuhan ekonomi Surabaya dan membangun di kelancaran. Misalnya, dari arah Waru ke sini lewat tol padatnya luar biasa. Nah, sebenarnya ke depan ada pilihan untuk mengambil rute timur,  dari Juanda ke perak. Ini sudah ada di Perpres 80," jelasnya.

Sekalipun telah menjadi perhatian sejak 2019, namun pandemi Covid-19 pada 2020-2021 membuat prioritas pembangunan infrastruktur dialihkan kepada penanganan kesehatan.

"Tentu ini (pembangunan OWRR dan OERR) akan kembali masuk di dalam antrean yang prioritas untuk melengkapi sistem jaringan Jalan Surabaya tersambung dengan Sidoarjo tersambung dengan Gresik," katanya.

Pihaknya optimistis, kolaborasi antara pengusaha maupun investor yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Pemerintah melalui penyiapan fasilitas dan infrastruktur, serta masyarakat akan membuat investasi di Surabaya semakin pesat.

Apabila kolaborasi ini diperkuat, maka akan sekaligus memberikan dampak terhadap ekonomi Jawa Timur dan nasional.

"Kadin dalam hal ini dan juga sangat efektif dengan Pak Wali kota. Kami optimistis, kalau Surabaya akan bisa menjadi lokomotif untuk perekonomian Indonesia," tandas Emil Dardak.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved