Pilkada Batu 2024

Soal Bonus Demografi, Begini Langkah Paslon Gum-Rudi Untuk Kota Batu

Bonus demografi akan berdampak pada angkatan kerja, yakni dengan meningkatnya jumlah orang usia produktif

Penulis: Dya Ayu | Editor: Wiwit Purwanto
surya.co.id/myu
Paslon Walikota dan Wakil Walikota Batu, Gum-Rudi. 

SURYA.CO.ID  BATU - Tahun 2030 mendatang secara umum Indonesia akan berada pada puncak periode bonus demografi.

Sedangkan untuk Kota Batu tentunya juga akan mendapatkan periode bonus demografi tersebut.

Ini dapat terlihat dari mayoritas penduduk Kota Batu yang saat ini didominasi oleh usia produktif (usia pada rentang 15-59 tahun) yang jumlahnya mencapai 145,91 ribu atau 65,81 persen dari total populasi.

Sedangkan usia anak-anak (umur 0-14 tahun) serta usia lanjut yang berumur lebih dari 60 tahun masing-masing sebesar 21,51 persen dan 12,68 persen. 

Menurut Ketua Tim Media Center Koalisi Pemenangan Guru (Gumelar-Rudi) Cakra Negara, hal ini membutuhkan perencanaan yang matang dan terukur di sejumlah sektor agar manfaat adanya bonus demografi di Kota Batu ini dapat benar-benar dirasakan.

“Bonus demografi akan berdampak pada angkatan kerja, yakni dengan meningkatnya jumlah orang usia produktif, negara memiliki potensi untuk meningkatkan aktivitas ekonomi, usaha, bisnis dan industri, yang pada gilirannya dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi khususnya untuk Kota Batu,” kata Cakra Negara, Rabu (9/10/2024).

Pria yang menjabat sebagai Direktur Pembinaan dan Pengembangan Wilayah Pengurus Pusat Komunitas Pengusaha TDA 8.0 itu mengatakan, untuk menyiapkan bonus demografi di Kota Batu ini diperlukan sosok pemimpin yang memahami anak muda Kota Batu.

Sebab jika tidak disiapkan dengan benar, justru Kota Batu akan mengalami bencana demografi. 

Mengacu pada puncak bonus demografi pada tahun 2030, di tahun 2024 hingga 2029 ini adalah waktu yang dinilai paling penting untuk menyiapkan semua infrastruktur dan program yang mendukung, dan bisa memfasilitasi skill maupun minat anak-anak muda khususnya anak muda di Batu.

Sehingga saat memasuki periode tersebut, Cakra optimistis Kota Batu bisa menjadi kota maju dan kota wisata terbaik di Indonesia karena memiliki banyak SDM yang unggul dari pemuda-pemudinya yang turut serta bekerja dan membangun Kota Batu tercintanya, sehingga akan semakin dikenal baik secara nasional maupun mancanegara. 

“Untuk memaksimalkan keuntungan dari bonus demografi ini, kita perlu memilih calon pemimpin yang fokus pada peningkatan kualitas individu melalui pendidikan serta pelatihan, memajukan sektor pekerjaan, mengatur pertumbuhan jumlah penduduk, dan memperbaiki standar kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Cakra melihat gagasan itu ada pada langkah Paslon Guru yang konsen terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai prioritas penting dalam mengoptimalkan bonus demografi.

Ia meyakini investasi dalam pendidikan dan pelatihan menjadi kunci untuk mempersiapkan Generasi Emas 2045 dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang.

“Program 17 langkah Guru sangat bisa menjawab tantangan Kota Batu dalam menyiapkan infrastruktur dan fasilitas penunjang dalam menyambut bonus demografi di Kota Batu nanti,” jelasnya.

Baginya, Masa depan Kota Batu harus disiapkan dari sekarang. Menurutnya, sudah waktunya generasi millenial dan Gen Z di Kota Batu saat ini dipimpin oleh anak muda yang visioner, lebih memahami keresahan millenial dan Gen Z, serta lebih peduli dengan kebutuhan masa depan millenial dan Gen Z.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved