SURYA Kampus
Pemberdayaan Perempuan di Bidang STEM, UKWMS Gandeng Edinburgh Napier University
Lokakarya ini diikuti puluhan Guru Bimbingan dan Konseling, Guru Penasihat Akademik, dan Guru Pendamping Karir hingga mahasiswa.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) berkolaborasi dengan Edinburgh Napier University (ENU) untuk memberdayakan perempuan di bidang bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) dengan mengadakan lokakarya selama dua hari di pekan ini.
Bekerja sama dengan Equate Scotland, lokakarya ini diikuti puluhan Guru Bimbingan dan Konseling, Guru Penasihat Akademik, dan Guru Pendamping Karir hingga mahasiswa.
Dimotori oleh Prof Nathalia Tjandra, PhD dari ENU dan Prof Anita Lie, Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UKWMS kegiatan ini menerima pendanaan dari British Council's Gender Equality Partnership, dan Kedai Reka Matching Fund.
Para perempuan hebat dalam bidang STEM turut dihadirkan. Diantaranya, Prof Anita Lie, Prof Felycia Edy Guru Besar Fakultas Teknik UKWMS, Prof Nathalia Tjandra dari ENU, dan Yuyun Ismawati MSc pendiri Nexus3Foundation.
“Kegiatan ini menjadi salah satu dukungan, untuk ikut ambil bagian dalam upaya peran kaum wanita untuk pembangunan bangsa, khususnya di bidang STEM. Walaupun tantangan di dunia STEM juga mengalami dinamikanya. Maka peran para guru yang harus mendukung siswa kita untuk berkembang di bidang STEM,” terang Dr Lanny Hartanti SSi MSi, Wakil Rektor III UKWMS, Jumat (13/9/2024).
Sementara itu, Yuyun Ismawati, seorang aktivis lingkungan membawakan topik Tantangan dan Peluang di Bidang STEM.
“Krisis planet kita saat ini ada tiga yakni, pencemaran bahan kimia, perubahan iklim, dan kehilangan keanekaragaman hayati. Umumnya disebut sebagai Triple Planetarium Crisis. Melihat hal ini, peluang di bidang STEM masih banyak, tetapi faktor pendukungnya memiliki peranan penting,” ungkap Yuyun.
Faktor pendukung tersebut seperti keluarga, teman dan tetangga, sekolah, ekskul - dorong siswa ikut, kepercayaan diri, kompetisi, dan paling penting integritas.
Artinya, para siswa harus siap dari sekarang, memupuk rasa ingin tahu, jangan berhenti belajar, disiplin diri, hidup sehat mental dan fisik, asah empati, hingga peduli diri.
Sementara Prof Nathalia menyampaikan materi Bias Bawah Sadar yang berpengaruh terhadap arahan yang disampaikan dan cara bereaksi.
"Bahkan dampaknya bisa beragam, baik di tempat kerja, kehidupan sehari-hari, dan kehidupan di Masyarakat,” jelas Prof Nathalia.
BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS)
SURYA.co.id
surabaya.tribunnews.com
Kota Surabaya
Surabaya
| Untag Surabaya Hadirkan Kolaborasi Pendidikan dan Pelayanan Publik di Tarakan |
|
|---|
| RS Ubaya Gandeng KONI Jatim Perkuat Penanganan Cedera Atlet |
|
|---|
| Tak Langsung Ditutup, Unesa Beri Waktu Dua Tahun bagi Prodi yang Sepi Peminat |
|
|---|
| Binus Malang Gelar Edukasi Pentingnya Pilih Jurusan Kuliah untuk Kesiapan Dunia Kerja |
|
|---|
| Wamendag Dorong Mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya Jadi Entrepreneur Global |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Prof-Anita-Lie-Guru-Besar-FKIP-UKWMS.jpg)