Kamis, 23 April 2026

Berita Bangkalan

Melihat Keseruan Tradisi Cocogen di Bangkalan Madura

Cocogen merupakan sebuah adat istiadat masyarakat Bangkalan, Madura untuk mengawali peringatan Maulid Nabi yang biasanya dirayakan sebulan penuh

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Fatkhul Alami
Surabaya.Tribunnews/Ahmad Faisol
Gunungan buah-buahan sedekah warga selalu mewarnai momen Cocogen, peringatan kehadiran Bulan Rabi’ul Awal, bulan kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW yang digelar di Komplek Pesarean Syaikhona Kholil, Desa Martajasah, Kota Bangkalan, Rabu (4/9/2024) malam 

SURYA.co.id | BANGKALAN – Beragam bentuk ungkapan suka cita sebagai wujud rasa cinta masyarakat Muslim Indonesia selalu mewarnai kehadiran Bulan Rabi’ul Awal, bulan kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW. Seperti yang tersaji dalam setiap tradisi Cocogen di Bangkalan, Madura.

Cocogen merupakan sebuah adat istiadat masyarakat Bangkalan, Madura untuk mengawali peringatan Maulid Nabi yang biasanya dirayakan secara penuh selama satu bulan ke depan.

Momen Cocogen Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini diperingati masyarakat Bangkalan di komplek masjid yang menjadi maqbaroh atau pesarean Syaikhona Kholil, Desa Martajasah, Kota Bangkalan, Rabu (4/9) malam.

Aneka ragam buah-buahan disedekahkan masyarakat Bangkalan yang ditumpuk menggunung layaknya bentuk tumpeng. Gunungan buah-buahan itu dibawa dengan mobil pikap, berkumpul di depan Masjid Jami’ sebelum berangkat ke Pesarean Syaikhona Kholil. Total sejumlah sembilan gunungan buah dan satu tumpukan jajanan yang diangkut dengan replika perahu dari kampung nelayan, Bandaran, Kelurahan Pangeranan.   

Sekretaris Yayasan Maqbaroh Syaikhona Kholil, KH Hasbullah Muchtaram (Ra Has) mengungkapkan, momen Cocogen tahun ini sengaja ditempatkan di komplek maqbaroh karena bertepatan dengan kegiatan rutin bulanan setiap Rabu Kliwon, yakni pembacaan Ratib Syaikhona Kholil.  

“Ini sebuah tradisi mengharapkan Syafaat Baginda Rasul, Nabi Muhammad SAW. Dan kenapa di tempatkan masjid maqbaroh ini, sekaligus berharap barokah dari Syaikhona Kholil,” ungkap Ra Has yang merupakan salah seorang dzurriyah Syaikhona Kholil.

Dalam kesempatan itu, beberapa gunungan buah-buahan hingga replika perahu berisikan jajanan di masukkan ke masjid yang sudah dipenuhi masyarakat. Tampak pula dua gunungan buah-buahan di tengah kerumunan kaum perempuan, di halaman masjid sisi utara.

Semarak kemeriahan Cocogen mulai terjadi ketika warga mulai berebut buah-buahan. Warga merangsek ke gunungan buah-buahan untuk berebut buah-buahan. Momen itu dilakukan di luar masjid dan setelah pembacaan shalawat dan tahlil secara bersama-sama.  

Ra Has menjelaskan, semua buah-buahan yang terkumpul merupakan sedekah warga dan kembali untuk warga, sebagai wujud syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan Nya. 

“Kami hanya menyediakan tempat saja, semua warga Bangkalan antusias meramaikan acara ini. Cocogen merupakan sebuah tradisi agar kita selalu ingat, selalu mensyukuri, dan merasakan nikmat yang telah diajarkan Baginda Rasul Nabi Muhammad SAW,” pungkas Ra Has.

Ahmad Imamuddin, warga Desa Jaddih, Kecamatan Socah mengungkapkan, momen Cocogen sebagai pertanda datangnya Bulan Maulid Nabi Muhammad SAW memang selalu ditunggu masyarakat.

“Momen Cocogen kata warga Madura, adalah ungkapan rasa cinta kami kepada Nabi Muhammad SAW. Buah-buahan melimpah dan menjadi rebutan, masyarakat kompak bersedekah, menggelar syukuran di masing-masing rumah secara bergantian selama satu bulan penuh,” singkat Imam. (ahmad faisol)

 

Sumber: Surya Cetak
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved