Sabtu, 30 Mei 2026

Berita Viral

Buntut Brigpol Putri Sirty Cikita Viral Hardik Pria Ditanya di Warung Makan, Kompolnas: Polwan Judes

Aksi Polwan Viral Brigpol Putri Sirty Cikita Sabunge yang menuding tidak sopan seorang pria kini berbuntut panjang. Dikritik Kompolnas.

Tayang: | Diperbarui:
kolase X
Brigpol Putri Sirty Cikita Viral Hardik Pria Ditanya di Warung Makan (kanan). Kini kejadian tersebut berbuntut panjang. Kompolnas ikut menanggapi. 

SURYA.co.id - Aksi Polwan Viral Brigpol Putri Sirty Cikita Sabunge yang menuding tidak sopan seorang pria kini berbuntut panjang.

Brigpol Putri mendapat banyak kecaman dari warganet.

Bahkan, pihak Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) sampai ikut menanggapinya.

Komisioner Kompolnas Yusuf Warsyim membenarkan cuplikan video yang disiarkan program The Police merekam anggota polisi yang sedang patroli.  

Menurutnya, pria yang ditanya rombongan polisi itu diduga dalam kondisi terpengaruh alkohol.

Baca juga: Nasib Brigpol Putri Sirty Cikita Usai Viral Hardik Pria Ditanya di Warung Makan, NTMC Polri Bereaksi

"Sementara memang apabila dicermati, anggota polisi yang sedang bertugas komunikasi kurang patut.

Seolah ada seseorang yang sedang makan diinterogasi seperti itu," ujarnya, Minggu (25/8/2024), melansir dari Kompas.com.

Yusuf menilai cara polisi itu berkomunikasi kurang patut saat menanyai warga sipil.

Karena itu, pihaknya akan meminta klarifikasike Polri secepatnya.

Kompolnas juga merasa harus mendapatkan video lengkap percakapan yang terjadi dalam video viral tersebut.

"Kita sarankan kepada Polri untuk memberikan penjelasan dan klarifikasi bagaimana peristiwa sebenarnya," tegas Yusuf.

Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti menyatakan dirinya belum tahu alasan beberapa anggota kepolisian itu mendatangi warung tempat warga sedang makan yang tayangan dalam acara televisi itu.

Baca juga: Biodata Polwan Putri Sirty Cikita, Viral Usai Singgung Sopan Santun Pria yang Bicara Sambil Makan

"Tapi saya melihat pendekatan polisi pada warga tersebut kaku, apalagi mereka pakai baju seragam, dan polwannya judes sekali," ungkapnya saat dihubungi Kompas.com, Minggu.

Poengky menilai, warga yang sedang makan seharusnya tidak diajak bicara kecuali warga itu menjadi target penangkapan.

 Jika polisi bermaksud mendatangi warga untuk melakukan pencegahan kejahatan dan menyapa, lanjut dia, sebaiknya melihat situasi dan kondisi. Jangan seolah mengepung dan menghakimi warga.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved