Berita Surabaya
Oknum Polisi Bersekongkol Rampas Motor di Surabaya, Sebelumnya Ikut Pesta Sabu Bersama 5 Orang
"Terdakwa ASP dan R berteriak polisi jangan bergerak, sambil menodongkan senjata air softgun ke arah RH," kata Yustus.
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Penegak hukum malah melanggar hukum, tentunya menjadi ironi. Tetapi hal itu dilakukan dua oknum polisi yaitu ASP dan R, yang sehari-hari bertugas di Polres Probolinggo.
Semula berniat melakukan operasi ke Madura, keduanya bukannya alih menangkap pengguna sabu. Tetapi malah berniat meraup uang hingga akhirnya merampas motor korban. Anehnya, sebelum menggerebek, mereka malah sempat berpesta sabu terlebih dahulu.
ASP kini diadili di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. JPU Yustus One Simus Parlindungan dalam dakwaannya menjelaskan bahwa Minggu (7/5), ASP dihubungi oleh R untuk melakukan penangkapan pelaku narkoba tanpa surat perintah tugas.
Keduanya kemudian sepakat untuk bertemu di rumah teman mereka, EP, di Bangkalan. Di rumah EP, sudah ada tiga orang lainnya masing-masing BH, MR dan AG. Di sana, keenamnya malah menggelar pesta narkoba.
Dalam keadaan 'on' R kemudian mengusulkan ide menangkap seseorang RH setelah ada informasi kalau korban dari Bangkalan akan menuju Surabaya. Skenario diatur, ASP dan R berboncengan motor yang akan mengeksekusi korban, sedangkan tiga orang lain mengendarai motor di belakangnya.
Informasi itu A1 alias terbukti akurat. RH ternyata ke Surabaya mengajak teman, SM dengan boncengan sepeda motor matik. Keduanya dibuntuti sampai akhirnya di SPBU kawasan Demak Surabaya mereka berenam langsung mendekati RH..
"Terdakwa ASP dan R berteriak polisi jangan bergerak, sambil menodongkan senjata air softgun ke arah RH," kata Yustus.
RH dan SM lalu dipaksa naik ke sepeda motor keenam pelaku secara terpisah. Sedangkan motor Scoopy milik RH dikendarai AG. RH dan SM diajak ke rumah kosong di Bogowanto Surabaya. Namun saat ASP dkk menggeledah kedua korban, tidak ditemukan barang bukti narkoba yang dicari.
Lantaran dari awal niatnya memang mencari uang, mereka lantas memukuli kedua korban. R meminta RH menelepon istrinya untuk mengirim uang tebusan Rp 10 juta agar bisa dilepaskan. Namun istri korban hanya bisa mentransfer Rp 1,5 juta.
Setelah itu, AS{ dkk membawa RH dan SM serta menurunkan keduanya di Stasiun Pasar Turi. Sepeda motor milik RH lalu dibawa kabur dan dijual ke penadah di Bangkalan dan hasilnya mereka bagi berenam.
Tentu saja, RH tak tinggal diam dan melapor ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak. EP dan BH ditangkap terlebih dahulu, disusul oleh ASP. Sedangkan, tiga orang lain kini masih dalam pengejaran. ****
polisi berkomplot dengan pengguna narkoba
oknum polisi rampas motor terduga sabu
polisi berpesta sabu di Surabaya
PN Surabaya
polisi terlibat narkoba
Berita Surabaya Hari Ini: Peluncuran Koperasi Digital, Jadwal Commuter Line yang Baru |
![]() |
---|
Berita Surabaya Hari Ini: Golkar Buat Lomba Cipta Oleh-oleh, Investasi Mulai Naik, Prestasi Pelajar |
![]() |
---|
8 Landmark dan Ikon Budaya Kota Surabaya, Daya Tarik Wisata Ibu Kota Jawa Timur |
![]() |
---|
Rute dan Lokasi Parkir Parade Surabaya Vaganza, Hari Ini 25 Mei 2025 Mulai Pukul 13.00 WIB |
![]() |
---|
Patuhi Larangan Wisuda SMA/SMK di Jatim, Ini Cara Sederhana SMAN 2 Surabaya Rayakan Kelulusan Siswa |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.