Remaja Surabaya Dikejar Pemotor
BREAKING NEWS Remaja Surabaya Dikejar Gerombolan Pemotor dan Tabrak Tiang, Begini Kondisinya
Korban ATS pertama kali mendapatkan penanganan medis di RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) Surabaya, setelah diantar saksi warga sekitar.
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Empat hari koma selama dirawat di rumah sakit (RS), pemuda asal Sememi, Benowo, Surabaya, berinisial ATS (20) sejak Minggu (11/8/2024) akhirnya menghembuskan nafas terakhir, pada Kamis (14/8/2024).
Informasinya, ia mengalami luka parah pada bagian organ yang terbilang vital, setelah motor Yamaha Mio J yang dikemudikannya menabrak tiang di kawasan Ruko Taman Puspa Raya, Made, Sambikerep, Surabaya.
Diduga, korban ATS terpaksa menggeber kencang motornya, lalu terjatuh menabrak tiang hingga mendera luka parah tersebut, karena dikejar-kejar gerombolan remaja bermotor.
Diketahui, korban ATS pertama kali mendapatkan penanganan medis di RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) Surabaya, setelah diantar saksi warga sekitar.
Selama diperiksa, ternyata Korban ATS mengalami luka pada bagian kepala. Yakni luka pada pelipis kiri, mulut, rahang, dan memar pada kepala sisi belakang.
Namun karena luka pada kepala korban menghendaki dilakukan operasi bedah syaraf dan RS BDH belum bisa melakukan penanganan tersebut, dan akhirnya korban dirujuk RSUD dr Soewandhie Surabaya.
"Pukul 04.58 WIB pagi, pasien dinyatakan meninggal dunia di RS Soewandhie. Dirawat di Soewandhie 3 harian," ujar paman korban berinisial AH saat ditemui awak media di kediamannya, Jumat (16/8/2024).
Kronologi kejadian naas itu, bermula saat korban ATS bersama tiga orang temannya baru saja pulang dari nongkrong di warung kopi (Warkop).
Korban ATS berboncengan motor dengan seorang temannya berinisial DD. Sedangkan dua orang teman lainnya, berinisial DN dan RD berboncengan dengan motor lain.
Saat melintasi jalanan sekitar Ruko Taman Puspa Raya, Made, Sambikerep, Surabaya, entah apa pemicunya, mereka dikejar oleh gerombolan remaja bermotor.
Diperkirakan jumlah gerombolan remaja itu, berjumlah sekitar sembilan orang yang berboncengan tiga motor; per motor ditumpangi tiga orang.
Mungkin karena panik atas situasi tersebut, Korban ATS yang membonceng DD mulai menggeber kencang motornya untuk kabur menyelamatkan diri.
Begitu juga dengan temannya DD yang membonceng RD. Namun, keduanya lebih dulu berhasil kabur menyelamatkan diri, dan terlepas dari intaian para gerombolan tersebut.
Sehingga, tinggal Korban ATS dan DD yang menjadi sasaran pengejaran gerombolan remaja tersebut.
Di tengah pengejaran tersebut, Motor Yamaha Mio J yang dikemudikan Korban ATS membonceng DD malah menabrak tiang di kawasan jalan tersebut.