Sabtu, 9 Mei 2026

Liga 1

PSM Makassar Siap Arungi Liga 1 2024/2025 di Era Bernardo Tavares

Menyandang status tim musafir, PSM Makassar memilih Stadion Batakan, Balikpapan sebagai homebasenya pada musim 2024/2025.

Tayang:
Penulis: magang10 | Editor: Abdullah Faqih
PSM Makassar
PSM Makassar di Liga 1 2024/2025 

PSM Makassar Siap Arungi Liga 1 2024/2025 di Era Bernardo Tavares

Penulis : Suhail

Menyandang status tim musafir, PSM Makassar memilih Stadion Batakan, Balikpapan sebagai homebasenya pada musim 2024/2025. Julukan musafir sudah disandang oleh PSM sejak pertengahan musim lalu, diperkirakan PSM Makassar akan menjalani musim terberat karena memulai Liga 1 musim ini di luar Sulawesi Selatan.

Dengan pindahnya homebase menyebabkan penurunan drastis dari penonton, berbeda saat masih bermain di Stadion Gelora BJ Habibie, Sulawesi Selatan yang tentu masih mendapat banyak dukungan dari penggemarnya.

Terdapat faktor lain yang menjadi penyebab Tim Juku Eja wajib bekerja ekstra, yaitu kepergian beberapa punggawa yang berhasil membawa PSM menjadi juara Liga 1 musim 2024/2025. 

Everton Nascimento, Kenzo Nambu, serta si kembar Yakob dan Yance Sayuri adalah pemain-pemain yang meninggalkan PSM. Padahal, nama-nama tadi memiliki peran krusial di posisinya masing-masing.

Hal-hal tadi menyebabkan PSM harus membuat racikan serta komposisi baru di tim. Dapat dikatakan ini akan menjadi musim terberat bagi pelatih kelahiran Portugal ini, yaitu Bernardo Tavares. Bernardo harus mendaratkan nama-nama baru dengan dana yang terbatas.

Enam pemain asing yang berasal dari berbagai negara berhasil didatangkan oleh PSM guna mencapai hasil yang lebih baik, dan semuanya akan menjalani debut pertamanya di Liga Indonesia. Daisuke Sakai (Jepang), Latyr Fall (Senegal), Victor Luiz (Brazil), Tito Okello (Sudan), Aloisio Neto (Brazil), dan Nermin Haljeta (Slovenia) adalah nama-nama yang sukses direkrut oleh Tim Juku Eja.

Hanya Adilson Silva dan Yuran Fernandes sebagai pemain asing yang dipertahankan oleh PSM, pada jajaran pemain lokal hanya Hilman Syah sebagai kiper senior yang dipulangkan kembali, diluar itu, tidak terdapat nama-nama pemain top yang didatangkan.

Hal tersebut membuat Bernardo Tavares harus berpikir lebih keras untuk mengembalikan karakter semangat juang anak-anak asuhannya di lapangan nanti.

Telihat pada Piala Presiden kemarin, PSM tidak dapat meraih kemenangan dalam tiga pertandingan dan hanya dapat mengantongi dua poin.

Berbeda dengan musim 2022, PSM dengan skuad yang tidak bertabur bintang berhasil menembus babak perempat final. Pada Liga 1, PSM berhasil memberikan kejutan dengan keluar sebagai juara Liga.

Ini adalah musim ketiga di petualangan Bernardo Tavares bersama Tim Juku Eja. Kualitasnya tidak perlu diragukan, musim pertama bersama PSM ia berhasil memberikan gelar juara Liga. Bernardo berhasil mengorbitkan pemain-pemain yang dianggap pemain kelas dua hingga sukses menembus skuad Timnas Indonesia, seperti Ramadhan Sananta serta si kembar Yakob Sayuri dan Yance Sayuri.

Sangat disayangkan, langkah-langkah Bernardo harus dihambat dengan keadaan finansial PSM yang naik turun. Keadaan tersebut membuat pelatih berusia 44 tahun ini kurang leluasa dalam meracik komposisi materi pemain, akhirnya pemain-pemain yang sukses mengorbit di bawah naungan Bernardo memutuskan untuk pergi ke klub-klub yang lebih mapan.

Walau terjebak dalam situasi sulit di PSM, ia memilih untuk setia dan bertahan bersama PSM. Musim lalu, untuk membantu pemain yang belum gajian, dirinya rela untuk melelang medali juara Liga yang berhasil didapatkannya dengan penuh kerja keras.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved