Konferwil PWNU Jatim
Rekam Jejak Gus Kikin yang Terpilih Jadi Ketua PWNU Jatim Periode 2024-2029, Cucu Pendiri NU
Sosok hingga rekam jejak KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin jadi sorotan usai terpilih menjadi Ketua PWNU Jatim Periode 2024-2029.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Putra Dewangga Candra Seta
SURYA.co.id, JOMBANG - Sosok hingga rekam jejak KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin jadi sorotan usai terpilih menjadi Ketua PWNU Jatim Periode 2024-2029.
Diketahui, Gelaran Konferensi Wilayah (Konferwil) di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, akhirnya rampung, Sabtu (3/8/2024) malam.
Kaum Nahdliyyin di Jawa Timur telah memilih pemimpin di PWNU Jatim. Yakni, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua PWNU Jatim periode 2024-2029.
Sementara Rais Syuriah tetap dijabat oleh KH Anwar Manshur, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri yang terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi atau AHWA. Keduanya ditetapkan dalam Sidang Pleno ke-IV sebagai akhir dari rangkaian Konferwil PWNU Jatim.
Pada proses pencalonan Ketua PWNU Jatim, Gus Kikin terpilih dengan 38 suara dari total 43 cabang menyalurkan suara pada Konferwil.
Baca juga: BREAKING NEWS - Menang Telak, Gus Kikin Terpilih Jadi Ketua PWNU Jatim Periode 2024-2029
Sementara kandidat kedua, KH Makki Nasir yang merupakan Ketua PCNU Bangkalan mendapat dukungan 5 suara.
Pada proses pencalonan ini, praktis hanya menyisakan Gus Kikin yang dinyatakan layak untuk diperiksa berkas persyaratan sebagai diatur dalam regulasi NU.
Misalnya, pernah menjabat sebagai pengurus harian di Syuriah dan Tanfidziah PWNU Jatim.
Dan tidak punya jabatan di partai politik. Setelah dinyatakan proses persyaratan lengkap, forum sidang selanjutnya menanyakan pendapat Rais Syuriah terpilih mengenai calon Ketua PWNU Jatim. Hal ini menjadi yang paling menentukan.
"Saya sangat setuju," kata KH Anwar Manshur, Rais Syuriah PWNU Jatim terpilih saat ditanya pendapat mengenai nama Gus Kikin oleh sidang yang dipimpin oleh Wakil Ketua Umum Amin Said Husni.
Sementara Gus Kikin menyampaikan terimakasih kepada seluruh peserta lantaran Konferwil PWNU Jatim berjalan lancar.
"Saya ucapkan banyak terimakasih semoga kita semua mendapat Ridho Allah SWT," katanya.
Lantas, seperti apa rekam jejak Gus Kikin?
KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang lebih dikenal sebagai Gus Kikin lahir di Pondok Pesantren Sunan Ampel, Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada 17 Agustus 1958.
Gus Kikin adalah putra pasangan K.H. Mahfudz Anwar dan Nyai Hj. Abidah Ma'shum.
Dari jalur ibu, Gus Kikin merupakan cicit K.H. Muhammad Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama.
Abdiah Ma'shum merupakan anak dari Nyai Hj. Khoiriyah Hasyim, putri sulung Hasyim Asy'ari.
Ayahnya, Mahfudz Anwar (12 April 1912 – 20 Mei 1999, merupakan pendiri Pondok Pesantren Sunan Ampel Jombang.
Sebelum mendirikan pesantren, Mahfudz memimpin sementara Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Seblak, Jombang, yang didirikan guru sekaligus mertuanya, K.H. Ma'shum Ali, yang wafat pada tahun 1933.

Mahfudz Anwar adalah anak dari K.H. Anwar Alwi, pendiri Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyi'in Paculgowang, Jombang.
Dari jalur Anwar Alwi ini, Gus Kikin merupakan sepupu dari K.H. Anwar Manshur, Pengasuh Tertinggi Pondok Pesantren Lirboyo Kediri sejak 2014.
Gus Kikin lahir di lingkungan Pondok Pesantren Sunan Ampel Jombang, pesantren yang didirikan ayahnya.
Selain menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Sunan Ampel, Gus Kikin juga belajar di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Seblak, Jombang, yang didirikan oleh kakeknya.
Gus Kikin menempuh pendidikan formal di Madrasah Ibtida'iyah Parimono tahun 1963–1970.
Kemudian ia melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri 1 Jombang pada tahun 1971–1973, kemudian SMA Negeri 2 Jombang pada tahun 1974–1977.
Setelah selesai Sekolah Menengah Atas, Gus Kikin melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta pada tahun 1975–1979.
Kemudian pada tahun 2013, Gus Kikin melanjutkan pendidikan di Universitas Terbuka jurusan komunikasi.
Dikutip dari wikipedia, setelah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta dan menempuh praktik pelayaran selama 3 tahun, Gus Kikin menjadi pegawai di Djakarta Lloyd.
Pada tahun 1988, saat usianya 30 tahun, Gus Kikin menjadi kepala Djakarta Lloyd cabang Kota Cilegon.
Pada tahun 1998, Gus Kikin mendirikan 5 perusahaan di Kota Surabaya, dan pada tahun 2000 ia mendirikan kantor di Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
Perusahaan yang ia dirikan di antaranya, Bama Buana Sakti di bidang transportasi, Bama Bhakti Samudra di bidang pelayaran, Bama Bumi Sentosa di bidang kontraktor migas, Bama Bali Sejahtera di bidang teknologi informasi, Bama Berita Sarana di bidang media televisi.
Hingga kini, perusahaan yang didirikan Gus Kikin berjumlah 22 perusahaan.
Adapun usaha di bidang minyak dan gas bumi, sumur gas pertamanya berada di Kabupaten Sumenep.
Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas bumi merupakan PT. Energi Mineral Langgeng.
Pada tahun 2016, Gus Kikin dipercaya menjadi Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng.
Kemudian setelah K.H. Salahuddin Wahid atau yang lebih dikenal sebagai Gus Solah, sebagai Pengasuh Tebuireng saat itu, wafat pada tahun 2020, Gus Kikin dipercaya memimpin pesantren sebagai pengasuh.
Pemilihan Gus Kikin sebagai pemimpin baru Pondok Pesantren Tebuireng sudah dipersiapkan Gus Solah pada tahun 2016 melalui musyawarah keluarga yang melibatkan seluruh keturunan K.H. Muhammad Hasyim Asy'ari, selaku pendiri pesantren.
Sebanyak 200 lebih anggota keluarga Pesantren Tebuireng dikumpulkan untuk diminta menyampaikan usulan soal siapa sosok yang tepat menjadi Pengasuh Tebuireng selanjutnya.
Berbagai usulan sekaligus kriteria calon pengasuh dibahas oleh tim khusus yang terdiri dari sembilan orang perwakilan keturunan K.H. Hasyim Asy’ari.
Di sana kemudian diputuskan siapa yang akan mempimpin menjadi Pengasuh Pesantren menggantikan Gus Solah.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.