Berita Surabaya
Mahasiswa Unair Kenalkan Tari Jaranan Mataraman di Forum Dunia di Filipina
Mahasiswa Unair jadi delegasi di onferensi internasional di Filipina. Mereka angkat seni tari Jaranan Mataraman di forum dunia
Penulis: Abdullah Faqih | Editor: Fatkhul Alami
SURYA.co.id | SURABAYA - Empat Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya mencatat sejarah manis. Mereka menjadi delegasi termuda dalam ajang “The 5th Se-Asia Biennial International Conference 2024” yang digelar di University of The Philippines, Diliman, Kamis-Sabtu (18-20/7) lalu.
Mahasiswa yang mewakili Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unair itu, yakni terdiri atas Ilham Baskoro, Aidatul Fitriyah, Retno Asih Firnanda, dan Mulia Ardy Boe Nainggolan.
Keempatnya mahasiswa berasal dari beberapa program studi di Unair, diantaranya Bahasa dan Sastra Inggris, Ilmu Sejarah, serta Bahasa dan Sastra Indonesia.
Mereka mempresentasikan proyek riset mengenai Historical and Representation of Jaranan Mataraman in Sanan Village, Blitar.
Baskoro, mahasiswa yang menjadi delegasi Unair menyebutkan, keikutsertaan timnya di konferensi kali ini membawa misi untuk mem-branding kesenian lokal Jaranan Mataraman yang menurutnya kurang mendapatkan atensi dari masyarakat.
“Melalui acara ini, kami ingin mengenalkan Jaranan Mataraman agar dapat diketahui secara luas, hingga kancah internasional. Supaya dikenal di panggung dunia,” sebut Baskoro.
Tercatat sekitar 200 tim delegasi hadir dalam acara tersebut untuk mempresentasikan proyek riset mereka.
Ratusan delegasi itu tercatat berasal dari berbagai universitas dan lembaga terkemuka, baik dari Asia maupun Eropa. Sebut saja seperti University California Berkeley, Kyoto University, Australian National University, National University of Singapore, hingga BRIN yang turut serta dalam acara itu.
Tak cuma itu, empat mahasiswa Unair ini juga tercatat sebagai delegasi termuda. Mereka tak ciut nyali meski harus mempresentasikan hasil penelitiannya di hadapan para akademisi dan peneliti senior dalam forum tingkat dunia.
“Kami merasa sangat senang dapat membawa nama Unair ke forum internasional. Terlebih kita mendapatkan acknowledge dan di-notice baik dari para delegasi lainnya," tutur Baskoro bangga.
"Mengingat jenjang pendidikan kita masih undergraduate student dan harus menghadapi para mahasiswa magister, doktor, profesor, hingga peneliti dari lembaga profesional,” ungkap Baskoro.
Baskoro, bahkan menyebutkan bahwa presentasi timnya justru mendapatkan respons positif dari para delegasi lain di dalam forum.
Selain membawa misi untuk mengenalkan Tari Jaranan Mataraman, konferensi ini juga menjadi kesempatan bagi Baskoro dkk untuk berjejaring dengan akademisi dan peneliti professional dari berbagai negara.
“Relasi di forum konferensi sangat worth it untuk karir di masa mendatang. Melalui forum ini, kita bisa duduk satu meja dengan orang hebat dan mendapatkan valuable insight dari hasil diskusi,” sambung Afriya, mahasiswa Unair lainnya.
Lebih lanjut, keempat mahasiswa Unair berencana untuk terus mengembangkan topik penelitiannya di masa yang akan datang. (Abdullah Faqih)
| Tragedi Berdarah di TPU Mbah Ratu Surabaya, Pelaku Pembacokan Ternyata Residivis Narkoba |
|
|---|
| Detik-detik Kasir Minimarket di Surabaya Gagalkan Pencurian Motornya, Kejar Pelaku Sejauh 700 Meter |
|
|---|
| Kapal Pesiar Mewah Seven Seas Tiba di Surabaya North Quay Hari Ini, Simak Jadwalnya |
|
|---|
| Fisip Ubhara Surabaya Jajaki Kerjasama dengan Tribun Jatim Network |
|
|---|
| Berita Surabaya Hari Ini: Peluncuran Koperasi Digital, Jadwal Commuter Line yang Baru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Mahasiswa-uniar-tampil-di-Konferensi-Internasional-di-Filipina.jpg)