Minggu, 12 April 2026

6 Ide Rintangan Lomba Makan Kerupuk di 17 Agustusan, Sederhana Tapi Seru

Untuk menambah keseruan dan tantangan, berikut ini adalah enam ide rintangan yang bisa diterapkan dalam lomba makan kerupuk di 17 Agustusan.

Penulis: magang5 | Editor: Adrianus Adhi
surya.co.id/hanif manshuri
Foto Ilustrasi. Aksi para peserta lomba di HUT Kemerdekaan RI ke 78 yang digelar Pemkab Lamongan, Jumat (25/8/2023) 

SURYA.co.id - Menyambut perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI), berbagai lomba meriah selalu menjadi daya tarik utama bagi masyarakat. Salah satu lomba yang tak pernah absen dan selalu dinanti setiap tahunnya adalah lomba makan kerupuk.

Lomba yang sederhana ini menjadi favorit karena bisa diikuti oleh siapa saja, tanpa memandang usia atau jenis kelamin. Lomba makan kerupuk dilakukan dengan cara memakan kerupuk yang digantung di atas kepala peserta, tanpa bantuan tangan.

Hanya dengan bahan sederhana, yaitu kerupuk dan tali, lomba ini mampu menghadirkan keceriaan dan kegembiraan di tengah masyarakat. Kerupuk yang digunakan biasanya adalah jenis kerupuk putih yang mudah ditemukan di pasar.

Dilansir dari situs Wikipedia, aturan lomba makan kerupuk sangat sederhana, peserta harus memakan kerupuk yang tergantung secepat mungkin tanpa menggunakan tangan. Setiap peserta diwajibkan untuk meletakkan tangan di belakang punggung atau diikat agar tidak ada yang bisa curang. Pemenang lomba adalah peserta yang paling cepat menghabiskan kerupuknya.

Lomba makan kerupuk ini bukan hanya sekadar permainan, tetapi juga sarat makna kebersamaan dan semangat gotong royong. Melalui perlombaan ini, masyarakat diajak untuk merayakan kemerdekaan dengan cara yang menyenangkan dan penuh tawa.

Untuk menambah keseruan dan tantangan, berikut ini adalah enam ide rintangan yang bisa diterapkan dalam lomba makan kerupuk di 17 Agustusan:

  1. Sistem Katrol dengan Tali di Kaki:
    Sistem katrol ini merupakan variasi menarik dalam lomba makan kerupuk. Tali yang biasanya diikatkan di kerupuk kini terhubung ke jempol kaki peserta. Peserta harus mengangkat kaki yang terikat dengan tali untuk membuat kerupuk berada dalam jangkauan mulut mereka. Jika kaki menyentuh tanah, kerupuk akan naik dan sulit dijangkau. Semakin tinggi kaki diangkat dan semakin baik keseimbangan peserta, semakin mudah kerupuk bisa diraih dan digigit.
  2. Kerupuk dengan Sambal atau Saus Pedas:
    Untuk menambah tantangan, kerupuk yang digantung bisa diolesi sambal atau saus pedas. Ini tidak hanya membuat lomba lebih menantang karena permukaan kerupuk menjadi pedas dan licin, tetapi juga menambah sensasi rasa yang berbeda. Peserta harus berhati-hati dan cepat dalam menggigit kerupuk yang pedas tersebut.
  3. Makan dengan Mata Tertutup:
    Menutup mata peserta saat lomba makan kerupuk menambah tingkat kesulitan dan keseruan. Peserta harus mengandalkan insting dan panduan suara dari penonton atau teman untuk meraih kerupuk. Kegiatan ini pasti akan mengundang tawa dan kegembiraan dari penonton.
  4. Makan Kerupuk Sambil Digendong:
    Peserta bisa mencoba lomba makan kerupuk sambil digendong oleh teman. Keseimbangan dan koordinasi dengan orang yang menggendong menjadi kunci untuk meraih kerupuk. Variasi ini membuat lomba lebih seru dan penuh tawa.
  5. Lomba Makan Kerupuk dengan Tali Terikat dengan Lawan:
    Untuk menambah keseruan, peserta dapat diikat bersama dengan lawan menggunakan tali atau sarung. Mereka harus berjuang maju untuk memakan kerupuk yang ada di atas meja, tetapi lawan akan mencoba menarik mereka ke belakang. Ini menambah elemen persaingan dan ketegangan dalam lomba, karena setiap peserta harus mengalahkan lawannya untuk mencapai kerupuk terlebih dahulu.
  6. Makan Kerupuk Ukuran Besar:
    Menggunakan kerupuk berukuran besar sebagai tantangan tambahan. Kerupuk yang lebih besar memerlukan usaha ekstra untuk dikunyah dan dihabiskan, sehingga lomba menjadi lebih menantang dan menarik. Peserta harus bekerja lebih keras untuk menghabiskan kerupuk ini, menambah keseruan dan ketegangan dalam perlombaan.

Dengan berbagai variasi rintangan ini, lomba makan kerupuk akan semakin seru dan penuh tantangan, menjadi salah satu ikon populer yang selalu dinantikan setiap perayaan 17 Agustus.

(Ananda Putri Noviana, Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved