Paskibraka 2024

Kisah Fifandra Selama Ikut Seleksi Paskibraka Nasional 2024, Tes Saja Harus Pinjam HP Teman

Inilah kisah perjuangan Fifandra selama ikut seleksi Paskibraka Nasional 2024. Tes saja harus pinjam HP teman

Penulis: Arum Puspita | Editor: Musahadah
Youtube
Fifandra Ardiansyah Daud, calon Paskibraka Nasional 2024 

SURYA.CO.ID - Di tengah keterbatasan, Fifandra Ardiansyah Daud tak kenal menyerah untuk menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). 

Siswa SMA Negeri 1 Kota Ternate, Maluku Utara itu bahkan sampai harus meminjam ponsel temannya untuk menjalani proses seleksi Paskibraka Nasional 2024

Dani-sapaan akrab Fifandra Ardiyansa Daud, menceritakan dirinya sudah mengenal dunia Paskibraka sejak duduk di bangku kelas 3 SMP.

Namun, ia baru terjun langsung saat SMA demi mewujudkan impian sang ayah.

"Pertama-tama Dani ikut Paskibraka, itu diminta mendaftar karena Bapak Dani sudah kata (untuk mendaftar)," katanya saat Konferensi Pers Persiapan Paskibraka 2024 secara daring, Jumat (26/7/2024).

Awalnya ia pesimis karena terkendala biaya.

Baca juga: Selain Honor Paskibraka Nasional 2024, Raihan Siswa SMA Jawa Timur Akan Dapat Hadiah dari Sini

"Dari situ Dani sudah mulai berpikir bagaimana harus cari uang untuk biaya. Karena butuh biaya buat lampu (listrik) dan buat makan," katanya.

Bahkan, tempat tinggalnya kerap terputus listrik karena telat membayar tagihan.

Namun, Dani tak pantang menyerah dan bertekad membanggakan orang tuanya.

"Dari situ Dani mulai berpikir harus bagaimana? Dani harus buat apa supaya bisa kasih bangga orang tua," katanya.

Ia pun mulai giat berlatih dan mengikuti seleksi Paskibraka tingkat sekolah dengan modal nekat. 

Seleksi Paskibraka dilakukan beberapa tahap, di antaranya pemeriksaan kesehatan hingga tes secara daring (online) mengenai pemahaman Pancasila, wawasan kebangsaan, intelegensia umum, hingga peraturan baris-berbaris.

Tahap tes daring inilah yang punya kesan tersendiri bagi Dani. 

Ketika harus tes daring, ia bingung karena tak memiliki gawai. Ia pun mencoba meminjam ponsel temannya agar tetap mengikuti ujian. 

Paskibraka Nasional 2023. Selain Honor, Bunga Puspita Sari Juga dapat Bonus Dari BRI Usai Jadi Paskibraka Nasional.
Paskibraka Nasional 2023. Selain Honor, Bunga Puspita Sari Juga dapat Bonus Dari BRI Usai Jadi Paskibraka Nasional. (Serambinews)

"Dani tidak mau diam (berhenti) dan pakai HP teman untuk ikut seleksi Paskibraka tingkat provinsi waktu itu," tambahnya.

Walaupun kurang yakin bisa lolos tingkat pusat, Dani mengaku semangatnya tidak pernah padam untuk terus berjuang.

Beruntung, perjuangan Dani berbuah manis. Ia dinnyatakan lolos menjadi calon Paskibraka Nasional 2024

"Dani tetap berjuang dan Alhamdulillah, sempat kaget kalau Dani bisa lanjut ke Provinsi dan sekarang Tingkat Pusat," kata Dani.

Di balik keberhasilan ini, tetap ada hal sedih yang mengikuti. Karena ia bercerita sempat mengalami masa berkabung karena sang ayah meninggal dunia.

Meskipun begitu, Dani kini telah bangkit dan membuktikan bila ia bisa membanggakan nama orang tua, sekolah, bahkan daerahnya di tingkat nasional.

Senang dan Bangga

Setelah perjuangan panjang, Dani sangat bangga akhirnya bisa sampai ke tahap latihan pemusatan pendidikan dan pelatihan (Diklat) di Taman Rekreasi Wiladatika (TRW) Cibubur, sebelum dikukuhkan pada 9 Agustus 2024 mendatang. 

Dani juga senang bisa bertemu dengan berbagai macam latar belakang teman-teman sesama Calon Paskibraka Nasional 2024.

Telah dibina hampir 2 minggu lamanya, Dani merasa sudah terbangun tali solidaritas yang tinggi antar peserta.

Hal ini tercermin kala Paskibraka diberikan waktu bebas untuk mengunjungi pusat perbelanjaan yang ada di samping TRW Cibubur. Selama seleksi, Dani hanya dibekali uang sebesar Rp 200 ribu oleh orang tuanya.

Ketika ditanya siapa yang mau membantu Dani, semua teman-temannya angkat tangan. Hal ini membuatnya sangat terharu dan bahagia.

"Beberapa waktu lalu ditanya sama Kak Yus (pembina) di sini ada nggak yang membawa uang tapi tidak lebih dari dua ratus (ribu). Di situ Dani angkat tangan," katanya.

"Lalu ditanya lagi ada nggak teman-teman yang mau bantu Dani untuk beli jajan. Di situ Dani lihat teman-teman semuanya angkat tangan. Dani sangat senang sekali bertemu dengan mereka," cerita Dani.

Terakhir Dani berpesan untuk semua siswa yang ingin ikut Paskibraka nasional untuk tidak berhenti berjuang. Ia juga menyemangati teman-teman Paskibraka lainnya hingga tanggal 17 Agustus 2024 nanti.

"Walaupun keadaan tidak ada HP, ingat, tidak ada kata untuk berhenti berjuang. Dan juga untuk teman-teman tetap semangat, jangan pantang menyerah, serta sukses saat pengibaran (bendera) 17 Agustus nanti," tutupnya.

>>>Update berita terkini di Googlenews Surya.co.id

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved