Selasa, 5 Mei 2026

SURYA Kampus

Kisah Regina Anak Pengrajin Bambu Bisa Kuliah Gratis di UGM, Pernah Patah Harapan Terkendala Biaya

Air mata Ni Putu Dinda Regina tumpah ketika mengetahui dirinya diterima di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) Yogyakarta. Ini kisahnya

Tayang:
Penulis: Arum Puspita | Editor: Musahadah
UGM
Regina, anak pengrajin bambu asal Buleleng, Bali 

SURYA.CO.ID -  Air mata Ni Putu Dinda Regina tumpah ketika mengetahui dirinya diterima di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) Yogyakarta

Padahal, gadis asal Desa Tigawasa, Banjar, Buleleng, Bali ini sempat mengurungkan niat kuliah dan memilih bekerja di sebuah toko agar bisa membantu ekonomi keluarga. 

Beruntung, guru bimbingan konseling (BK) di sekolah menengah atas (SMA) mengarahkannya untuk daftar kuliah dan mendaftar beasiswa. 

Saran itu pun diambil oleh Regina.

Regina mengaku masih tak menyangka bisa kuliah di FH UGM.

Tidak terbayangkan oleh dirinya sebelumnya, seorang anak  pengrajin anyaman sokasi yang tinggal di pedalaman bisa diterima kuliah di salah satu universitas bergengsi di Indonesia.

Saking tidak percaya dirinya, ia sempat menyembunyikan informasi terkait pendaftaran kuliahnya di UGM pada teman-teman di sekolahnya.

“Saya nggak kepikiran akan kuliah, maunya bakalan kerja dulu nanti baru mikirin kuliah,” kenangnya.

Regina masih ingat, saat ia menyampaikan maksudnya untuk mendaftar kuliah ke ibunya, Ni Kadek Nely Supriyati (43), dengan meyakinkan bahwa ibunya tidak usah khawatir soal biaya karena ia juga mendaftar beasiswa.

Sang ibunda tidak pernah melarang keinginan sang anak.

Dari pekerjaan  ia dan suami sebagai pengrajin bambu, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari hari dan cukup membeli bensin motor untuk keperluan Regina ke sekolah di SMAN 1 Singaraja yang jaraknya 17 kilometer dari rumahnya.

“Setiap tiga hari sekali dikasih uang 50 ribu untuk ganti bensin boncengan dengan teman ke sekolah,” katanya.

Di sekolah, Regina dikenal dengan anak yang cukup cerdas. Selain sering juara kelas, nilai mata pelajaran IPS seperti Geografi dan Ekonomi,  ia selalu mendapat nilai 9.

“Selama tiga tahun sering juara 2 dan pernah juara 4 pas di awal, tapi nilai selalu naik terus,” ujarnya.

Untuk mendukung belajar di sekolah, Regina mengandalkan buku-buku LKS yang ia beli di sekolah. Sedangkan untuk buku cetak sudah didapatkan dari sekolah secara gratis.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved