Minggu, 12 April 2026

Berita Surabaya

Hari Koperasi, Emil Dardak Ingatkan Semangat Keguyupan Jangan Hanya Kejar Untung

Dewan Koperasi Wilayah Jatim (Dekopinwil Jatim) menyelenggarakan Hari Koperasi ke - 77 di Jawa Timur di Hotel Selecta Kota Batu.

Penulis: Wiwit Purwanto | Editor: Wiwit Purwanto
istimewa
Semarak Hari Koperasi ke - 77 di Jawa Timur, salah satu diisi dengan Saresehan, "Menghadirkan Regulasi Berjati Diri, Memantabkan Bisnis Koperasi Menuju Indonesia Emas," 

SURYA.CO.ID - Hari Koperasi (Harkop) yang diperingati setiap tahun bisa jadi momentum memperingati gerakan Koperasi dalam mewujudkan tujuan utamanya, yakni memberikan kesejahteraan bagi seluruh anggotanya dan masyarakat pada umumnya.

Dewan Koperasi Wilayah Jatim (Dekopinwil Jatim) menyelenggarakan Hari Koperasi ke - 77 di Jawa Timur di Hotel Selecta Kota Batu.

Salah satu rangkaian dalam kegiatan adalah Saresehan, "Menghadirkan Regulasi Berjati Diri, Memantabkan Bisnis Koperasi Menuju Indonesia Emas,".

Salah satu narasumber yang hadir adalah mantan Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Emil Dardak.

Emil mengatakan format regulasi yang kemudian bisa melindungi dan membangun kepercayaan terhadap koperasi, membina dan tercapainya regulasi tersebut.

Kemudian, pelaku koperasi bisa melaksanakan tidak merasa terbebani dalam melakukan hal tersebut, karena itu harus dijalakankan dan harus dibangun.

Menurutnya, peraturan itu sangat dinamis bahwan perlu berubah. Oleh karena itu, gerakan koperasi diharapkan jangan mengharamkan peraturan yang baru.

Selain itu, perlu adaptasi agar hambatan tersebut dapat dihadapi dengan konkrit dan bijak.

"Format regulasi yang kemudian bisa melindungi dan membangun kepercayaan terhadap koperasi, membina dan tercapainya regulasi tersebut. Memang peraturan harus berubah, jangan mengharamkan peraturan, manakala ada hambatan yang sangat kongkrit yang dihadapi, jadi itu sudut pandang saya,"paparnya.

"Walaupun mengkonversi menjadi regulasi harus hati-hati manakala itu di konversikan regulasinya. Kemudian tidak pas karena semangat awal dari koperasi adalah keguyuban dari anggotanya, bahwa meraka saling kenal satu sama lain,"urai Emil.

"Disisi lain mereka membangun daya saing koperasi, ini bisa menjadi awal ekonomi lebih besar. Maka perlu adanya, memikirkan profesionalisme management, drive ini lebih kencang bila adanya risk and reward, bila ini terbagi rata, One Man One Vote akan menjadi ekosistem semenggugah dibandingkan. kalau di korporaskan atau biasa,"tambahnya.

Apakah solusinya pakai regulasi atau solusinya cukup dilakukan saja, selama tidak melanggar regulasi, tapi bila regulasi melarang inovasi hari ini, berarti layak kita perbaiki SDM managemennya secara intensif,"tukas Emil.

"77 Tahun Koperasi kita jangan pesimis, harus terus yakin. Koperasi  harus terus jadi sokoguru perekonomian bangsa,  Jangan hanya mengejar keuntungan semata, Mari kita bangun kegotong royongan kolektif, Bagaimana kita bisa makmur bersama bukan makmur sendirian maka koperasilah jawabannya,"tegasnya.

Kalau anak muda ditanamkan nilai itu akan mrrasa semakin semangat , juga  menjaga dan akan melestarikan koperasi ini kedepannya,"pungkasnya.

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved