7 Hadis Keistimewaan Puasa Asyura 10 Muharram
Puasa Asyura adalah puasa sunnah tanggal sepuluh Muharram. Menurut kalender 1446 Hijriyah Kemenag RI, jatuh tanggal 16 Juli 2024.
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Musahadah
SURYA.co.id - Puasa Asyura adalah puasa sunnah tanggal sepuluh Muharram. Menurut kalender 1446 Hijriyah Kemenag RI, puasa tersebut dilaksanakan tanggal 16 Juli 2024.
Tahukah bahwa Puasa Asyura merupakan puasa yang sangat dianjurkan Rasulullah Saw sebab kemuliaan harinya yaitu 10 Muharram?
Berikut tujuh hadis keutamaan atau keistimewaan melaksanakan ibadah Puasa Asyura yang wajib diketahui umat muslim, dikutip dari buku Hadis Shahih Bukhari – Muslim Jilid 2 oleh Muhammad Fu’ad Abdul Baqi:
1.
Aisyah berkata: "Pada zaman Jahiliyah, bangsa Quraisy biasa berpuasa pada hari 'Asyura', dan Nabi juga menyuruh agar berpuasa hari pada hari Asyura' sampai ada kewajiban puasa bulan Ramadhan, lalu Nabi bersabda: 'Siapa yang akan berpuasa ('Asyura'), maka puasalah dan yang tidak, maka boleh berbuka (tidak puasa).'" (Dikeluarkan oleh Bukhari pada Kitab ke-30, Kitab Shaum bab ke-1, bab wajibnya shaum ramadhan
2.
Ibnu Umar berkata: "Hari Asyura' itu selalu dipuasai oleh orang Jahiliyah, maka ketika telah turun kewajiban puasa Ramadhan, Nabi bersabda: 'Boleh berpuasa bagi yang mau berpuasa, boleh pula tidak puasa." (Dikeluarkan oleh Bukhari pada Kitab ke-65,
Kitab Tafsir bab ke-24, bab "Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kalian shaum," Al-Baqarah (2): 183])
3.
Abdullah bin Mas'uda didatangi oleh Al-Asy'ats ketika itu dia sedang makan, maka ditegur oleh Al-Asy'ats: "Ini hari Asyura" Ibnu Mas'ud menjawab: "Dahulu memang diharuskan puasa sebelum turun kewajiban puasa Ramadhan, tetapi setelah turun kewajiban puasa Ramadhan, maka puasa Asyura' ditinggalkan, karena itu mendekatlah ke mari, mari makan!" (Dikeluarkan oleh Bukhari pada Kitab ke-65, Kitab Tafsir bab ke-24, bab "Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kalian shaum." [Al-Baqarah [2]: 183])
4.
Humaid bin Abdurrahman telah mendengar Mu'awiyah berkhutbah di atas mimbar pada hari Asyura', yaitu ketika selesai menunaikn haji. Dia berkata: "Hai penduduk Madinah, dimanakah ulama-ulamamu? Aku telah mendengar Rasulullah bersabda: 'Hari ini, hari Asyura', tidak diwajibkan atas kamu berpuasa, tetapi aku berpuasa, maka siapa mau boleh berpuasa, tetapi jika tidak, maka boleh berbuka." (Dikeluarkan oleh Bukhari pada Kitab ke-30, Kitab Shaum bab ke-69, bab shaum hari 'Asyura)
5.
Ibnu Abbas berkata: "Ketika Nabi telah hijrah ke Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa hari 'Asyura', maka beliau bertanya: 'Ada apa dengan hari ini? Jawab mereka: 'Ini hari baik, pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Isra'il dari musuh mereka. Maka Nabi Musa berpuasa. Nabi bersabda: 'Kami lebih layak mengikuti Musa daripada kalian! Lalu Nabi berpuasa dan menganjurkan sahabat supaya berpuasa juga." (Dikeluarkan oleh Bukhari pada Kitab ke-30, Kitab Shaum bab ke-69, bab shaum hari Asyura)
6.
hadis
sepuluh Muharram
keistimewaan puasa asyura
hadis tentang Puasa Asyura
SURYA.co.id
surabaya.tribunnews.com
puasa asyura
| Bacaan Doa Penutup Majelis: Teks Arab, Latin, dan Maknanya |
|
|---|
| Doa Menyapih Anak Menurut Islam agar Anak Tenang dan Tidak Rewel |
|
|---|
| Lirik Lagu Baini Wa Bainak dalam Teks Arab, Latin dan Terjemahan |
|
|---|
| Spesifikasi dan Harga Motor Listrik MBG, Pengadaan 25 Ribu Unit di Tahun Anggaran 2025 |
|
|---|
| Profil KH Abdul Halim Mahfudz Pengasuh Ponpes Salafiyah Seblak yang Wafat, Cicit Pendiri NU |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Doa-Hari-Asyura-10-Muharram-Agar-dapat-Ampunan-Arab-Latin-dan-Terjemahan.jpg)