Berita Surabaya

Kapolda Jatim Bantah Soal Jumlah Kasus Narkoba di Jawa Timur Nomor Dua Terbesar: Jangan Percaya

Jawa Timur dikabarkan menjadi penyumbang kasus terbanyak nomor dua secara nasional. Rangking tersebut disanggah Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto.

|
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Tony Hermawan
Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto (kanan) saat ditemui di Surabaya. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun ini, dijadikan momentum Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk blak-blakan soal angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia

Jawa Timur (Jatim), dikabarkan menjadi penyumbang kasus terbanyak nomor dua secara nasional. Rangking tersebut disanggah Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto.

"Kalau dikatakan sini (Jawa Timur) terbesar, saya belum punya data. Tapi enggak itu. Jangan percaya," kata Irjen Pol Imam Sugianto, Kamis (27/6/2024).

Sanggahan itu diutarakan Imam saat menghadiri lomba e-sport di Hotel Novotel, Kedung Baruk, Surabaya pada Rabu (26/6/2024) malam.

Komentar itu, muncul beberapa jam setelah BNNP Jatim mengungkapkan bahwa setiap tahun, jumlah kasus di Jawa Timur mencapai 5.000-6.000 kasus.

Sosok yang pernah menjadi ajudan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu, lantas menjelaskan dasar kuat mengapa predikat yang disematkan oleh BNNP Jatim diyakini keliru.

Menurutnya, kepolisian selama ini tak pernah padam menggelorakan memerangi peredaran narkoba.

Terbaru, disebut Polda Jatim sekarang sedang mengungkap sindikat narkoba yang diyakini nantinya bisa membuat masyarakat terkejut.

"Kami sedang mengejar target (sindikat) yang Insya Allah nanti akan cukup membuat kita kaget, jaringannya karena memang tanpa batas," ujar Imam.

Lantaran masih proses ungkap, orang nomor satu di Polda Jawa Timur tersebut tak memberikan penjelasan lebih detail seperti apa gambaran sindikat yang akan diungkap. Semua masih dirahasiakan.

Imam berharap semua stakeholder maupun masyarakat ikut berkolaborasi bersama kepolisian untuk ikut memerangi narkoba.

"Kemudian yang saya harapkan itu ketika ada upaya pencegahan, semua stakeholder mau untuk peduli. Kita berkolaborasi dan berpartisipasi supaya anak-anak kita, terutama yang SMA, SMP bahkan SD. Ayo betul-betul kita bentengi," ucapnya.

Jebolan Akpol tahun 1990 tersebut, mencontohkan apa saya yang bisa dilakukan agar anak-anak muda tidak mengenal narkoba. Ruang kreativitas untuk mewadahi bakat generasi-generasi muda perlu diperbanyak.

Ditambah lagi, melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah hingga desa-desa, agar para generasi muda mengetahui macam-macam risiko akibat mengonsumsi zat narkotika.

IKUTI UPDATE BERITA MENARIK LAINNYA di GOOGLE NEWS SURYA.CO.ID

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved