Kamis, 14 Mei 2026

Ibadah Haji 2024

Jemaah Haji Kloter Surabaya, Pertama Pulang ke Tanah Air

Rombongan dari Surabaya menjadi yang pertama pulang ke tanah air setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di tanah suci. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: M Taufik | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/m taufik
Rombongan kloter SUB 01 saat tiba di Bandara Jeddah. Mereka ini yang pertama akan pulang ke Tanah Air 

SURYA.CO.ID, JEDDAH - Fase pemulangan jemaah haji Indonesia dimulai. Rombongan dari Surabaya menjadi yang pertama pulang ke tanah air setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di tanah suci. 

Mereka adalah jemaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) SUB 01.

Rombongan ini mengawali pemulangan gelombang pertama dari Jeddah, Sabtu (22/6/2024). 

Para jemaah kloter SUB 01 yang berasal Bojonegoro itu sudah tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah pada Jumat malam sekira pukul 21.15 WAS. 

Kemudian mereka diterbangkan ke tanah air sekira pukul 03.15 WIB. Dan dijadwalkan akan tiba di Bandara Djuanda Surabaya, pada pukul 21.05 WIB. 

Mereka terbang menggunakan pesawat udara Saudi Airline dengan nomor penerbangan SV - 5632. Total ada 371 orang jemaah.

Rinciannya 366 jemaah dan 5 petugas haji. Pemulangan kloter SUB 01 kemudian diikuti tiga kloter lain yakni BTH 01, SUB 02 dan 03. 

“Alhamdulillah, semua rangkaian haji sudah selesai. Kami sangat bersyukur,” kata Karto Diprayitno, jemaah haji asal Bojonegoro. 

Meski baru menempuh waktu hampir 3 jam dari Makkah menggunakan bus menuju Jeddah, raut kegembiraan terlihat jelas dalam wajahnya dan para jemaah.

Di usianya yang sudah 73 tahun, dia sangat senang bisa menunaikan semua rukun haji dengan lancar meski harus didampingi oleh keponakan. 

"Paling berkesan itu ya hotelnya bagus. Prasmanannya (makanan) bagus. Semuanya bagus, Alhamdulillah. Pelayanan bagus semua,” ujarnya. 

Termasuk suasana di maktab Mina, dirinya merasa cukup nyaman meski kondisi tenda memang tidak seluas seperti di Arafah. Baginya ibadah haji adalah melatih fisik sekaligus kesabaran. 

"Memang di Mina sempit, tapi ya wajarlah orangnya banyak. Tidak ada masalah, karena niatnya kita ibadah kan. Terus kesabaran itu yang penting. Kalau kamar mandi itu ya biasalah. Orang- orang ngantri. Saya usia 73 tahun bisa berangkat ke sini, Alhamdulillah," ucap Karto.

Hal serupa disampaikan Siti Cholifah, juga jemaah asal Bojonegoro. Menurut dia petugas haji sudah melayani dengan sangat baik. 

Termasuk petugas kesehatan yang selalu sigap melayani jemaah lansia baik dalam kondisi sakit maupun perlu pendampingan khusus. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved