Idul Adha 2024

Mengenal Hari Tasyrik dalam Islam Berikut Larangan dan Amalan yang Dianjurkan

Hari Tasyrik adalah salah satu hari istimewa dalam Islam. Hari ini juga dikenal sebagai hari makan dan minum karena terdapat larang berpuasa.

|
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.CO.ID
Mengenal Hari Tasyrik dalam Islam Berikut Larangan dan Amalan yang Dianjurkan 

SURYA.co.id - Hari Tasyrik jatuh setelah Idul Adha atau Hari Raya Kurban tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah.

Hari Tasyrik adalah salah satu hari istimewa dalam Islam. Hari ini juga dikenal sebagai hari makan dan minum karena terdapat larang berpuasa.

Selain itu, terdapat anjuran memperbanyak amalan sunnah di Hari Tasyrik katmrena keutamaannya.

Berikut selengkapnya apa itu Hari Tasyrik, jatuh tanggal berapa di tahun 2024, larangan dan amalan yang dianjurkan.

Apa itu Hari Tasyrik?

Hari Tasyrik adalah hari raya bagi umat Islam, karena masih dalam rangkaian Idul Adha atau Hari Raya Kurban.

Dikutip dari laman MUI, Hari Tasyrik adalah hari-hari bagi jemaah haji melaksanakan rangkaian ibadah melempar jumrah di Mina.

Tasyrik berasal dari kata “syarraqa” dalam bahasa Arab yang artinya matahari terbit atau menjemur sesuatu.

Kata tersebut merupakan perumpamaan dari ritual kurban pada hari raya Idul Adha, yaitu kapan waktu penyembelihan hewan dan menjemur daging kurban.

Melansir laman Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitabnya Fathul Bari bi Syarhi Shahihil Bukhari menjelaskan, salah satu keutamaan Hari Tasyrik adalah waktu yang istimewa untuk ibadah karena pada hari tersebut kebanyakan orang lalai.

Hari Tasyrik Jatuh Tanggal Berapa?

Menurut Kalender Kementerian Agama (Kemenag) RI, Hari Tasyrik tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah 1445 H bertepatan pada 18, 19, 20 Juni 2024.

Larangan puasa di Hari Tasyrik

Hari Tasyrik adalah salah satu hari dimana umat Islam dilarangan berpuasa. Larangan tersebut sesuai dengan anjuran Rasulullah dalam hadis, “Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu anhuma, keduanya berkata: “Tidak diperkenankan untuk berpuasa pada hari tasyrik kecuali bagi siapa yang tidak mendapatkan hewan qurban ketika menunaikan haji.” (HR. Bukhari, no. 1859)

Amalam di Hari Tasyrik

Hari Tasyrik merupakan hari yang istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Amalan-amalan sunah yang bisa dekerjakan selama hari tasyrik, antara lain:

1. Menyembelih hewan kurban

Dikutip dari laman resmi Kemenag, hewan kurban masih diperbolehkan disembelih pada hari tasyrik. Berkurban dianjurkan bagi umat muslim yang mampu, sebab dapat menjadi amalan baik, karena memberikan kenikmatan kepada sesama berupa hidangan yang berasal hewan kurban.

Perintah menyembelih kurban ini tertuang dalam surat al-Kautsar ayat 2: “Maka, laksanakanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurban lah!”

2. Menikmati makan dan minum

Umat muslim dilarang berpuasa pada saat tasyrik, karena diwajibkan untuk menikmati makanan dan minuman.

Ritual ini merupakan bentuk rasa syukur atas apa yang diberikan kepada Allah. Rasulullah juga pernah memberikan sabda terkait hal ini: “Dari Uqbah bin Amir, bahwa Rasulullah ? bersabda: “Hari Arafah, hari Idul Adha, dan hari Tasyrik adalah hari raya kita pemeluk agama Islam, serta merupakan hari-hari untuk makan dan minum.” (HR. An-Nasa’i, no. 2954)

3. Memperbanyak doa dan zikir

Hari tasyrik disebut istimewa salah satunya karena merupakan sa’atul Ijabah, yaitu waktu terkabulnya doa.

"Yaumu tasyrik adalah hari di mana doa dijabah, maka perbanyaklah berdoa dan banyak berzikir," ujar Ustadz Hasbullah, dikutip dari KompasTV (18/6/2024)

Salah satu doa yang bisa dibaca saat hari tasyrik adalah doa sapu jagat. Doa ini merupakan doa yang mengharapkan keberkahan dan keselamatan dunia akhirat.

4. Memperbanyak rasa syukur

Apapun yang diberikan Allah sepatutnya disyukuri. Bersyukur merupakan salah satu cara memperkuat dan meneguhkan iman.

Sebagaimana firman Allah Swt: "Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih'." (QS. Ibrahim: 7)

5. Meningkatkan ketaatan dan ketakwaan

Hari tasyrik adalah saat yang tepat untuk menambah ketaatan dan ketakwaan. Sebab, hari istimewa ini masih berkaitan dengan rangkaian perayaan Idul Adha.

Salah satu makna di balik Idul Adha adalah meneladani kisah Nabi Ibrahim yang tetap menaati Allah ketika diperintahkan untuk menyembelih Ismail.

"Ingat bahwa yaumul tasyrik adalah rangkaian dari yaumul qadhiyah, di mana itu cobaan, ujian, perjuangan para Nabi terutama Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail," kata Ustadz Hasbullah.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved