Advertorial
Hendra Yudha Kusuma, Sosok Dibalik Layar Kesuksesan Kereta Api Trans Sulawesi
Dibalik cerita sukses Kereta Api Trans Sulawesi, ada kisah pengabdian untuk negeri yang juga ditorehkan Hendra Yudha Kusuma
Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Sejak peresmiannya oleh Presiden Joko Widodo pada Maret 2023 lalu, Kereta Api Trans Sulawesi menjadi salah satu akomodasi transportasi darat favorit bagi masyarakat Pulau Sulawesi.
Namun, dibalik cerita bahwa kereta api telah menjadi salah satu alat transportasi andalan bagi masyarakat Sulawesi, ada kisah pengabdian untuk negeri yang juga ditorehkan oleh laki-laki berusia 37 tahun bernama Hendra Yudha Kusuma.
Di usianya saat ini, dirinya telah berhasil dipercaya sebagai Kepala Unit Kru Kereta Api Trans Sulawesi yang menghubungkan Kabupaten Maros dan Kabupaten Barru.
Sebagai seorang Kepala Unit Kru Kereta Api, Hendra memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan kesiapan para masinis dan kondektur dalam mengemban tugas khususnya dalam menjaga keselamatan penumpang yang dibawanya.
"Sebagai Kepala Unit Kru Kereta Api, kami memiliki tugas untuk membina masinis dan kondektur, baik dalam melakukan pembinaan terkait regulasi maupun teknis pengoperasian serta sebagai perencana dalam menentukan kebutuhan diklat," tutur Hendra, Rabu (12/6/24).
Saat ini, ada 10 masinis dan 5 kondektur yang berada di bawah pengawasan Hendra.
Kecintaan Hendra terhadap kereta api juga dibuktikan dengan kesiapannya dalam melaksanakan pengabdian.
Berasal dari Lampung, Hendra pulang ke kampung halamannya dua bulan sekali.
Sejak menjadi pegawai KAI di tahun 2009, dirinya sudah beberapa kali pindah tugas, di antaranya di Sumatera Selatan, Sumatera Barat, dan saat ini di Sulawesi.
Ditanya terkait seberapa bangga dirinya ketika terpilih sebagai Kepala Unit Kru Kereta Api, Hendra menjelaskan bahwa dirinya bangga karena dirinya bisa turut andil dalam membangun sejarah baru transportasi perkeretaapian di Sulawesi.
"Saya juga bangga, karena bisa menjadi bagian dari proyek strategis nasional di Sulawesi ini. Ini salah satu yang membuat antusias saat pertama kali ditugaskan di sini," terang Hendra.
Kebanggaan tersebut, juga sejalan dengan rasa bangga yang dirasakan oleh istri Hendra, namun di sisi lain istrinya pun sempat serih karena harus menjadi Long Distance Marrigae (LDM) dengan sang suami.
"Sedih pasti ada, tapi ya tidak masalah karena risiko menikah dengan orang yang bekerja di kereta api harus ikhlas saat pindah tugas, karena memang kami ini kan sering pindah tugas," ujar Hendra.
Menjadi Kepala Unit Kru Kereta Api, dirinya juga terus berusaha mengayomi para kondektur dan masinis yang berada di bawah tanggung jawabnya.
Terlebih, banyak kondektur dan masinis yang juga bernasib sama dengan Hendra sebagai perantau.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Kepala-Unit-Kru-Kereta-Api-Trans-Sulawesi-Hendra-Yudha-Kusuma.jpg)