Jumat, 17 April 2026

Berita Viral

KRONOLOGI Mahasiswi Ajak Pacarnya Bunuh Dan Rampok Nenek Renta. Aksi Sadis Belajar Dari Internet

Keduanya pelaku berstatus mahasiswa Fakultas Hukum di salah satu kampus swasta ternama di Kota Makassar.

Penulis: Wiwit Purwanto | Editor: Wiwit Purwanto
Tribun Timur
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Devi Sudjana saat merilis kasus Pembunuhan Nenek Tarimah, Kamis (6/6/2024) sore.  

SURYA.CO.ID - Kasus pembunuhan yang membuat gempar warga menimpa seorang  nenek Hj Tarimah (65) di Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Yang miris pelaku utama ternyata seorang wanita bernama Vivi (19) yang sudah dianggap cucu sendiri oleh sang nenek.

Bukan hanya membunuh, Vivi juga merampok harta benda si nenek. Ia mengajak pacarnya bernama Asrul (19).

Keduanya pelaku berstatus mahasiswa Fakultas Hukum di salah satu kampus swasta ternama di Kota Makassar.

Dari pemeriksaan Reskrim Polrestabes Makassar pelaku pembunuhan dan perampokan ini sudah merencanakan aksinya sejak dua minggu dan dilakukan pada Selasa (4/6/2024).

"Pelaku ini sudah berniat untuk melakukan pembunuhan sekitar dua minggu sebelum kejadian," kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Devi Sudjana saat merilis kasus, Kamis (6/6/2024) sore.

Bahkan, Vivi kata Kompol Devi, sempat mempelajari teknik menghabisi nyawa dengan menyumbat pernapasan melalui mesin pencari Google.

"Dari hasil pengecekan ponselnya, pelaku sudah melakukan pencarian di internet sampai kapan nafas manusia bertahan jika ditutup dengan bantal," ungkap Devi.

"Jadi dia sudah cari bagaimana cara membunuh dengan bantal, membutuhkan berapa menit sampai korban meninggal," katanya.

Setelah belajar membunuh dengan bantal, Vivi pun mengajak pacarnya Asrul untuk melancarkan aksi keji tersebut.

"Kemudian beberapa hari sebelum kejadian pelaku ini mengajak pacarnya (MAS) untuk melakukan pembunuhan," terang Devi.

Ajakan Vivi itu, kata Devi, sempat ditolak Asrul karena takut.

"Awalnya dia (Vivi) sampaikan ke pacarnya untuk membantunya menagih utang ke korban, ini iming-iming (Vivi) agar pacarnya mau ikut melakukan pembunuhan," beber Devi.

Namun, Vivi berdalih hanya ingin ditemani untuk menagih utang.

"Awalnya (Asrul) menolak karena takut, kemudian hari senin jam 11 malam ketika mereka nongkrong di sebuah warung kopi, dia (Vivi) kembali mengajak (Asrul) melakukan pembunuhan itu," ucap Devi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved