Senin, 27 April 2026

Ibadah Haji 2024

Mengunjungi Universitas Islam Madinah, Ada 16.000 Mahasiswa Asal Indonesia

Selain menjadi kota tujuan saat menjalankan ibadah haji dan umrah, Madinah juga jadi sasaran warga Indonesia yang hendak mendalami ilmu Agama Islam

|
Penulis: M Taufik | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/M Taufik
Suasana Universitas Islam Madinah 

SURYA.CO.ID, MADINAH – Selain menjadi kota tujuan saat menjalankan ibadah haji dan umrah, Madinah juga jadi sasaran warga Indonesia yang hendak belajar atau mendalami ilmu Agama Islam.

Buktinya, di Universitas Islam Madinah (UIM) saja, sekarang ini terhitung ada sekitar 16.000 orang mahasiswanya adalah warga Indonesia.

Jumlah itu terbilang paling banyak dibanding mahasiswa dari negara lain. UIM memiliki 17.873 mahasiswa dari 170 negara.

“Mahasiswa dari Indonesia yang terbanyak,” kata Ahmad Bukhori Jawas, mahasiswa asal Indonesia saat bertemu SURYA.CO.ID di halaman Kampus UIM pada Selasa (28/5/2024).

Ya, Tim Media Center haji (MCH) berkesempatan mengunjungi kampus yang jaraknya sekitar 5 km dari Masjid Nabawi itu.

"Mohon maaf hanya laki-laki yang boleh masuk ke dalam area kampus," kata Ahmad Bukhori yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Madinah.

Kampus UIM memang dikhususkan bagi laki-laki. Tidak ada mahasiswi di sana. Bahkan tidak ada perempuan di kampus itu.

"Kalau mahasiswa perempuan ada di kampus sebelah, Universitas Taibah," lanjut Mahasiswa asal Jakarta yang kuliah S1 jurusan Syariah semester 6 itu.

UIM sementara hanya menerima mahasiswa asing untuk jenjang S1. Untuk jenjang S2 dan S3 khusus untuk lulusan S1 di UIM.

Dua mahasiswa asal Indonesia yang sedang kuliah di Universitas Islam Madinah
Dua mahasiswa asal Indonesia yang sedang kuliah di Universitas Islam Madinah (SURYA.CO.ID/M Taufik)

Dan selama ini, beberapa mahasiswa asal Indonesia juga banyak yang melanjutkan S2 dan S3 di sana, setelah menyelesaikan S1-nya di kampus tersebut.

Setiap tahun, kata Bukhori, ribuan calon mahasiswa dari Indonesia melamar kuliah di UIM. Yang diterima selama ini paling banyak 180 mahasiswa.

Mereka tersebar di 9 fakultas yakni Syariah, Alquran, Hadis dan Studi Islam, Dakwah dan Ushuluddin, Bahasa Arab, Hukum, Komputer dan Sistem Informasi, Teknik dan Sains.

“Paling banyak yang dipilih adalah Syariah, Hadis dan Studi Islam, serta Dakwah dan Ushuluddin,” lanjutnya.

Semua mahasiswa di UIM mendapat beasiswa penuh. Mulai dari biaya pendidikan, asrama, makan, uang saku, buku hingga tiket pulang ke Indonesia PP setiap tahun.

“Dulu kalau kami nggak pulang, uang tiketnya diberikan mentah (tunai). Sekarang kalau tidak dipakai, ya hangus," ungkap Bukhori.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved