Rabu, 29 April 2026

Berita Surabaya

Ketua PWI Jatim: Wartawan yang Lulus UKW 2024 Harus Tunjukkan Kompetensi Etika dan Moral

PWI Jatim menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ke-57 tahun 2024 di Surabaya.

Editor: irwan sy
ist
Suasana Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ke-57 tahun 2024 di Surabaya yang digelar PWI Jatim. 

SURYA.co.id, SURABAYA - PWI Jatim menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ke-57 di Surabaya.

Dengan UKW ini diharapkan akan menjadikan kehidupan dan ekosistem pers menjadi lebih baik.

“Karena UKW dan sertifikasi yang mengiringinya ini bukan alat untuk menaikkan kelas, bukan untuk naik pangkat tetapi justru alat untuk mengukur apakah anda itu layak disebut sebagai jurnalis,” kata Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim saat memberikan sambutan pada UKW ke-57 Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Selasa (28/5/2024).

UKW ke-57 PWI Jawa Timur dibuka oleh Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun.

Sebanyak 36 peserta berpartisipasi yang terbagi ke dalam tiga jenjang, yakni muda sebanyak 18 orang, madya sebanyak 12 orang, dan utama sebanyak 6 orang.

Menurut Lutfil, peserta UKW setelah lulus dan disebut sebagai wartawan yang kompeten harus menunjukkan konsistensi dari sisi kejurnalistikan mulai dari perencanaan, proses peliputan sampai pemuatan.

Namun yang lebih diharapkan lagi, peserta yang lulus UKW menunjukkan kompetensi etika dan moral yang jauh lebih penting dari kompetensi teknis.

“Tidak ada kemudian jurnalis itu mengintimidasi, tidak sopan,” ujarnya.

Kompetensi ketiga yang jauh lebih penting, menurut Lutfil, adalah kapasitas keilmuan.

"Sejauh mana memiliki skil dalam kejurnalistikan," ucapnya.

Kalau pengetahuan dan skil nol, sedangkan tugas jurnalis sangat berat karena harus mengedukasi, mencerdaskan, maka bagaimana publik bisa cerdas kalau jurnalis tidak kompeten?

Lutfil meminta peserta UKW untuk terus meningkatkan kapasitas keilmuan, karena hal itu merupakan suatu keniscayaan.

"Jika semua itu diniatkan dengan baik akan dicatat sebagai amal baik," pungkasnya.

Sementara, Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun, menambahkan khusus PWI Jawa Timur, bisa mendapatkan jatah kembali untuk menyelenggarakan UKW jika bekerja keras dan ada uangnya, karena anggota PWI di daerah ini jumlahnya paling banyak.

Hendry menegaskan program UKW gratis ini memang menjadi janji kampanyenya di Kongres PWI.

“Ini UKW yang ke-18 dari 38 provinsi, ditambah Solo sebagai daerah khusus. Kita terdepan dan diharapkan September program selesai,” imbuh Hendry.

Hendry mengaku, melanjutkan kebijakan Ketua Umum PWI Pusat Margiono sebelumnya yang menekankan pada program pendidikan.

“Kalau ada 10 program, maka 9-nya harus pendidikan dan peningkatan kompetensi,” ujarnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved