Ibadah Haji 2024

Ibadah Haji 2024, Melihat Dari Dekat Dapur Katering untuk Jemaah Haji Indonesia

Ada 21 dapur katering yang setiap hari beroperasi untuk menyediakan makanan bagi jemaah haji Indonesia di musim haji 2024.

Penulis: M Taufik | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/m taufik
Proses Memasak dan Pengemasan Makanan Jemaah Haji Indonesia di Dapur Katering Nooha 

SURYA.CO.ID, MADINAH - Ada 21 dapur katering yang setiap hari beroperasi untuk menyediakan makanan bagi jemaah haji Indonesia di musim haji 2024.

Salah satunya adalah Nooha di Madinah, pihak katering yang dipercaya oleh Kementerian Agama.

Di dapur ini, setiap kali memasak sedikitnya ada 1,8 ton beras, 700 ekor ayam, dan 2 kuintal bumbu dapur untuk sekira 3.000 porsi jemaah haji.

Jika sehari tiga kali, berarti dapur ini memasak untuk sekira 9.000 porsi.

Setelah dimasak, makanan itu dikemas dan dikirim ke hotel tempat jemaah tinggal.

“Butuh waktu selama 180 menit untuk mengemas 3.000 makanan Jemaah haji,” kata Herman, pria asal Bangka Belitung yang mengelola katering itu.

Baca juga: Sosok Abdurrohman CJH Tuna Netra Pasuruan : Jualan Kacang Oven dan Sisihkan Uang untuk Naik Haji

Menurutnya, sebagian besar bumbu didatangkan dari Indoesia. Selain itu, dari beberapa negara dekat yang sesuai dengan kebutuhan citarasa Indonesia.

Sebagaimana permintaan Kemenag agar semua menua makanan untuk jemaah haji harus bercitarasa Nusantara.

Di dapur tersebut, semua proses dilakukan secara profesional.

Mulai meracik bumbu, memotong bahan, memasak nasi maupun sayur dan lauk, sampai pengemasan semua dilakukan secara professional dan selalu menjaga kebersihan.

Baca juga: Calon Jamaah Haji Jember Diberangkatkan Menuju Asrama Haji Surabaya, Ini Pesan Bupati Hendy Siswanto

Saat tim MCH 2024 berkunjung ke sana, para pekerja sedang memasak semur ayam, sambal goreng, orek tempe, dan sejumlah sayur untuk menu makan siang jemaah haji.

Herman mengaku sudah bekerja di sektor katering sejak tahun 2017 silam.

Sejak itu dia menjadi koki di dapur Nooha, setelah sebelumnya menjadi koko di restoran Thailand sejak tahun 2.000-an.

“Untuk menjaga citarasa Indonesia, koki di sini juga berasal dari Indonesia. Kami bersyukur bisa terus melayani kebutuhan jemaah haji Indonesia. Termasuk menyediakan makanan yang sesuai dengan selera Nusantara,” lanjutnya.

Ya, sejak awal Pemerintah Indonesia berkomutmen untuk memberikan pelayanan penuh kepada para jemaah haji.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved