Minggu, 12 April 2026

Berita Surabaya

9 Peserta Difabel Ikuti UTBK SNBT 2024 di Kampus Unesa Surabaya

Tes UTBK-SNBT 2024 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) diikuti sembilan peserta difabel

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: irwan sy
sulvi sofiana/surya.co.id
Peserta difabel saat mengikuti UTBK 2024 di Unesa Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2024 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) diikuti sembilan peserta difabel, Kamis (2/5/2024).

Kesembilan peserta UTBK-SNBT 2024 tersebut terdiri dari dua difabel netra dua orang dan daksa tujuh orang.

Jumlah ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang diikuti oleh empat peserta difabel.

Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Madlazim, mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan perangkat dan pendamping yang dibutuhkan bagi peserta difabel agar bisa mengikuti ujian seperti peserta lainnya.

Pasalnya Unesa menjadi satu-satunya kampus di Surabaya yang menyediakan fasilitas tes ujian masuk perguruan tinggi khusus untuk peserta difabel.

“UTBK-SNBT 2024 ini diikuti oleh semua peserta baik itu yang netra, daksa, dan biasa. Jadi, kami beri kesempatan semuanya untuk bisa mengikuti tes UTBK,“ ungkapnya.

Madlazim menjelaskan selain memiliki alat khusus bagi peserta difabel netra untuk menjalani tes UTBK-SNBT 2024.

Unesa juga menyediakan satu pendamping khusus dari mahasiswa dan dosen Pendidikan Luar Bisa (PLB) untuk satu satu peserta difabel.

Pendamping ini akan menyambut dan mengantar ke ruangan tes dan dari ruangan tes kembali ke titik penjemputan.

“Pendamping membantu supaya lancar, tapi bukan membantu menjawab. Misal bantu ngeklik. Misal setelah peserta mendengar soal itu jawaban ABCD kemudian memutuskan pilihan C baru pendampingnya membantu ngeklik C,” tutur dosen S-1 Pendidikan Fisika tersebut.

Ia juga menjelaskan jika durasi pengerjaan UTBK-SNBT 2024 peserta difabel sama dengan peserta reguler.

Bedanya adalah, untuk pengerjaan peserta difabel netra akan dilengkapi oleh software Non Visual Desktop Access (NVDA).

Sebagai informasi, NVDA adalah salah satu nama software pembaca layar yang di-install pada komputer difabel netra. Fungsinya yang membacakan informasi berbentuk teks pada layar komputer.

“Sepanjang yang saya amati tadi, mereka serius mengerjakan. Berarti kesimpulan saya tidak ada kesulitan,” ujar Madlazim.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved