Pilpres 2024

Sekjen Projo: Pak Jokowi Tak akan Cawe-cawe Kepemimpinan Presiden Terpilih

Ke depan, Presiden Joko Widodo diyakini tak akan ikut campur atau cawe-cawe terkait kepemimpinan presiden terpilih dalam Pilpres 2024.

|
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Cak Sur
Istimewa/Youtube SURYA Online
Dialog Tribun Jatim Network bersama Sekjen Projo Handoko, Sabtu (20/4/2024). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Ke depan, Presiden Joko Widodo diyakini tak akan ikut campur atau cawe-cawe terkait kepemimpinan presiden terpilih dalam Pilpres 2024.

KPU telah menetapkan pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memenangkan Pilpres 2024.

Saat ini, gugatan dari kubu yang kalah masih berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Pak Jokowi berpengalaman menjadi presiden dengan hak prerogratifnya. Pasti beliau juga tahu bagaimana berhubungan dengan presiden yang melanjutkannya," kata Sekjen Projo (Pro Jokowi) Handoko dalam dialog bersama Tribun Jatim Network yang diunggah di kanal Youtube jaringan Tribunnews, Sabtu (20/4/2024).

Handoko juga menepis berbagai isu soal berbagai jabatan yang akan ditempati Jokowi setelah lengser dari jabatannya nanti.

Isu yang ia maksud antara lain dijadikannya Jokowi sebagai pimpinan koalisi besar dalam kepemimpinan Prabowo-Gibran.

Kemudian, rumor bahwa Jokowi akan menduduki jabatan ketua umum partai. Termasuk juga gosip Jokowi bakal menitipkan nama-nama menteri kepada Prabowo.

"Saya pastikan itu tidak (terjadi)," ungkapnya.

Handoko yang merupakan Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP), mengaku beberapa kali bertemu dengan Jokowi dan membicarakan soal isu-isu itu.

Baca juga: Sekjen Projo Yakin Seribu Persen Putusan MK Sahkan Kemenangan Prabowo-Gibran

Ia juga sempat bertemu Jokowi bersama para petinggi jaringan relawan Projo.

"Tanggal 2 (April), kami, saya, ketum dan bendahara Projo ke Istana Presiden. Satu setengah jam kami berbincang pada Selasa pagi itu. Kami berbicara banyak hal kira-kira ke depan bagaimana. Dari diskusi-diskusi kami selama ini, saya pastikan Pak Jokowi tidak akan (cawe-cawe)," cerita Handoko.

Meski demikian, lanjutnya, Jokowi tak akan segan memberi masukan apabila diminta oleh Presiden terpilih.

"Mungkin nanti Pak Jokowi akan pulang ke Solo. Tapi tidak berarti komunikasi (dengan Prabowo) berhenti," ucap Handoko.

Menurutnya, komunikasi antara dua presiden yang masa jabatannya berlanjutan adalah hal yang wajar. Termasuk soal diskusi dalam memutuskan nama-nama menteri mendatang.

"Bahwa terjadi komunikasi antara Pak Jokowi dan Pak Prabowo, saling memberi masukan, itu wajar dalam rangka mencari pembantu presiden," jelas Handoko.


Ikuti Berita Menarik Lainnya di Google News SURYA.co.id


Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved