Berita Tulungagung

Jembatan Bungur Ambles Akibat Kerap Dilintasi Kendaraan Berat, Jalur Mudik di Tulungagung Dialihkan

"Kemarin diputuskan dalam rapat lintas sektoral, dilakukan perbaikan dengan target selesai H-3 lebaran," jelas Jodi, Jumat (5/4/2024).

|
Penulis: David Yohanes | Editor: Deddy Humana
surya/david yohanes
Penutupan jalur Barat Kabupaten Tulungagung karena ada perbaikan Jembatan Bungur. 


SURYA.CO.ID, ULUNGAGUNG - Arus lalu lintas memasuki masa mudik lebaran 2024 di jalur Barat Kabupaten Tulungagung terganggu. Penyebabnyanya, ada kerusakan serius pada jembatan di Jalan Raya Desa Bungur, Kecamatan Karangrejo.

Jembatan ini diperbaiki sejak Kamis (4/4/2024) dan ditargetkan selesai Minggu (7/4/2024). Penyebabnya, ada lubang di tengah jembatan yang membahayakan pengendara.

Menurut Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Jodi Indrawan, jembatan Bungur mengalami kerusakan cukup parah, karena berlubang dengan kedalaman sampai 40 centimeter. Karena itu diputuskan dilakukan perbaikan jembatan agar tidak membahayakan pengguna jalan.

"Kemarin diputuskan dalam rapat lintas sektoral, dilakukan perbaikan dengan target selesai H-3 lebaran," jelas Jodi, Jumat (5/4/2024).

Lanjutnya, jalur Barat Tulungagung yang melalui Kecamatan Karangrejo merupakan jalur alternatif. Meski statusnya jalan kabupaten, namun jalur ini cukup vital karena menjadi penghubung antar kabupaten.

Jalur ini biasa dipakai kendaraan dari arah Kediri menuju Trenggalek atau sebaliknya, yang menghindari kemacetan di tengah kota Tulungagung. "Jalur ini sangat penting saat jalur utama sedang ada masalah," sambung Jodi.

Pantauan di lapangan, aspal di permukaan jembatan dikeruk total. Permukaan jembatan yang sebelumnya rusak parah dilapisi dengan aspal baru. Pelapisan aspal baru ini juga meliputi jalan di kedua ujung jembatan sejauh sekitar 50 meter.

Papan peringatan dipasang sejak di simpang tiga Jetaan kecamatan Kauman di Selatan. Sementara di bagian Utara, peringatan penutupan jembatan ini dipasang di simpang 3 Karangrejo dan simpang tiga Ngujang.

Menurut Jodi, kerusakan terjadi karena jembatan kerap dilewati kendaraan berat. "Kendaraan sumbu tiga kerap lewat. Padahal tidak sesuai kelas jalannya," ungkapnya.

Akibat penutupan itu, arus kendaraan dari arah Selatan dialihkan lewat jalur alternatif jalan desa, arah ke Timur sebelum jembatan yang diperbaiki.

Sementara kendaraan dari arah Utara dialihkan selepas Masjid Seribu Kubah ke arah Timur, melewati jalan desa. Sementara untuk kendaran besar disarankan tidak melalui jalur Barat.

Kemudian kendaraan dari Utara diarahkan ke simpang tiga Ngujang dan melewati jalur utama di timur. Sementara dari arah selatan dialihkan lewat Pasar Ngemplak atau lewat Jembatan Lembupeteng.

"Kami tempatkan personel di simpang empat Cuwiri, masyarakat bisa bertanya petugas di sana. Sementara kami sempurnakan dulu jalurnya," tandas Jodi. *****

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved