Pilpres 2024

Komentar Menohok Gibran Rakabuming ke Hasto Kristiyanto yang Menudingnya Biasa Bohong, PDIP Khilaf

Gibran Rakabuming memberi komentar menohok usai dikritik habis-habisan oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Editor: Musahadah
kolase surya.co.id/tribun solo
Gibran Rakabuming menanggapi pernyataan pedas Hasto Kristiyanto yang mengaku PDIP khilaf mencalonkan dia. 

Ia pun tidak mempermasalahkan Timnas Indonesia yang sedang gencar naturalisasi pemain asing. Hal ini justru akan memicu pemain lokal agar bisa berkembang.

“Enggak. Saya rasa justru makin memicu pemain muda di bawahnya. Nggak masalah. Nasionalisme semakin kelihatan,” ungkapnya.

Menurutnya, sepak bola menjadi salah satu alat untuk mempersatukan bangsa.

Dengan sepak bola perbedaan-perbedaabn bisa lebur dalam gegap gempita dukungan terhadap tim tercinta.

“Bola itu kan menyatukan semuanya. Yang biasanya berantem melihat Indonesia menang lawan vietnam jadi pengen pemain bola profesional. Menginspirasi,” tuturnya.

Pernyataan Hasto Selengkapnya 

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat ditemui seusai Rapat Koordinasi Pemenangan Pileg dan Pilpres 2024 di Hotel Vasa Surabaya, Sabtu (14/10/2023).
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat ditemui seusai Rapat Koordinasi Pemenangan Pileg dan Pilpres 2024 di Hotel Vasa Surabaya, Sabtu (14/10/2023). (tribun jatim/yusron naufal)

Selain menyesal mencalonkan Gibran sebagai Wali Kota Solo, Hasto juga menyebut Presiden Jokowi telah mempraktikkan nepotisme dengan mencalonkan orang-orang terdekatnya pada jabatan publik.

Hasto menyindir kebiasaan Jokowi menunjuk orang-orang dekatnya ketika menjabat sebagai wali kota Solo untuk
mengisi jabatan strategis di pemerintahan.

Menurut Hasto, salah satu syarat mengisi jabatan strategis saat ini adalah harus mengenal Jokowi sejak ia menjadi wali kota Solo.

"Di dalam penempatan jabatan strategis pun kami melihat untuk menjadi pejabat Indonesia itu harus kenal Pak Jokowi dulu di Solo, ini kan antimeritokrasi, apakah Solo betul-betul menjadi wahana penggemblengan," kata Hasto.

Untuk diketahui, ada cukup banyak pejabat di posisi strategis yang sudah dekat dengan Jokowi sejak sama-sama bertugas di Solo.

Bahkan mereka disebut sebagai ”Geng Solo”. Beberapa di antaranya adalah Menko Polhukam dan mantan Panglima TNI Hadi Tjahjanto yang menjabat sebagai Komandan Lanud Adi Soemarmo pada 2010-2011.

Kemudian, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto yang pernah menjabat sebagai Komandan Distrik Militer 0735/Surakarta.

Lalu Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang merupakan Kapolres Kota Surakarta pada tahun 2011.

Hasto menuding telah Jokowi berkhianat pada nilai-nilai yang mengedepankan proses dan perjuangan, tetapi malah melakukan nepotisme.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Solo
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved