Sabtu, 11 April 2026

Berita Pacitan

Melihat Uniknya Tradisi Rontek Gugah Sahur di Pacitan Saat Bulan Ramadhan

Tradisi yang unik di Kabupaten Pacitan, setiap menjelang sahur di bulan sucai Ramadhan, ratusan warga desa turun ke jalan melakukan rontek gugah sahur

Penulis: Pramita Kusumaningrum | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Pramita Kusumaningrum
Ratusan warga Pacitan berjalan kaki menyusuri jalan sembari membunyikan alat musik yang terbuat dari bambu, dengan tujuan membangunkan warga untuk sahur. 

SURYA.CO.ID, PACITAN - Ada tradisi yang unik di Kabupaten Pacitan, setiap menjelang sahur di bulan sucai Ramadhan, ratusan warga dari berbagai desa turun ke jalan 

Mereka berjalan kaki menyusuri jalan sembari membunyikan alat musik yang terbuat dari bambu, dengan tujuan membangunkan warga untuk sahur. Terlihat, ada juga yang membawa alat musik berupa gamelan.

Rontek gugah sahur adalah tradisi rutin setiap bulan puasa yang sudah lama ada di Pacitan.

Rontek merupakan bentuk kesenian khas Pacitan, dengan memukul kentongan yang berasal dari bambu bersama dengan alat musik gamelan sehingga menghasilkan bunyi yang merdu.

Biasanya, peserta rontek yang didominasi oleh anak-anak muda yang memulai kegiatan sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 pagi.

“Ini memang tradisi (rontek gugah sahur). Sengaja datang ke pusat kota, saya dari Desa Arjowinangun,” ungkap salah seorang peserta rontek gugah sahur, Wawan Setiawan, Senin (25/3/2024).

Dia mengaku ada 20 pemuda yang ikut dari desanya. Mereka mulai persiapan sejak pukul 01.00 dini hari, kemudian pulang pada pukul 03.00.

“Sampai rumah jam 03.30 untuk sahur. Setiap hari begitu pokoknya. Senang saja,” terang wawan.

Sementara warga lain, Tri Agung mengaku senang, karena perekonomian berjalan. Di mana ada keramaian, warga bisa membuka lapak untuk berjualan.

“Banyak yang jualan, tempatnya jadi ramai karena ada rontek gugah sahur,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan rontek gugah sahur di Kabupaten Pacitan ini, juga mendapatkan pengamanan ketat dari aparat gabungan setempat. Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya bentrok antar massa.

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved