Advertorial
Yamaha Lexi LX, Maxi 155 cc yang Punya Napas Panjang dan Tenaga Besar
Bahkan, kata Ilham, dinding cylindernya pun juga turut dibuat sehalus mungkin untuk meminimalisir gesekan dan mengurangi oil loss.
Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Napas yang panjang dan tenaga besar yang dimiliki Lexi LX 155 tidak terlepas dari sentuhan teknologi terkini yang disematkannya.
“Memang benar, kejutan yang dibawa Lexi LX 155 adalah penggunaan mesin Bluecore 155cc generasi terbaru yang punya sentuhan peningkatan pada bagian camshaft, piston, head, serta jalur oli. Sehingga motor ini paling punya tarikan atau napas yang panjang dan tenaganya juga lebih besar di kelas Maxi 155 cc,” ujar GM Servis Yamaha STSJ Ilham Wahyudi. di Yamaha Basuki Rahmat Surabaya, Rabu (20/3/24).
Ia menjelaskan peningkatan kubikasi mesin pada LEXi LX 155 tentunya membuat Body Cylinder dan Forged Piston menjadi berubah, khususnya pada ukuran diameter yang kini lebih besar, yaitu 58 x 58,7 (bore x stroke).
Bahkan, kata Ilham, dinding cylindernya pun juga turut dibuat sehalus mungkin untuk meminimalisir gesekan dan mengurangi oil loss.
Kemudian, perubahan jeroan mesin juga turut menyasar area Head Cylinder yang kini mampu menghasilkan kompresi rasio lebih besar, menjadi 11,6 dari sebelumnya hanya 11,2.
"Peningkatan Head Cylinder ini datang dari ukuran dome capacity yang dibuat menjadi lebih kompak. Selain itu, perubahan Design Head cylinder juga dibarengi dengan perubahan dimensi desain pada diameter kepala Valve yang menjadi lebih besar," jelasnya.
Dikatakannya pula, mesin LEXi LX 155 memiliki ukuran Crankshaft yang lebih pendek dari LEXi yang sebelumnya, yaitu 277,8 mm berbanding 283,8 mm serta dimensi dan berat Rotor Assy yang lebih ringan, yaitu 1.130 gr berbanding 1.250 gr.
"Dengan adanya efisiensi dari sisi ukuran dan berat pada komponen-komponen tersebut, maka berimbas pada akselerasi motor yang menjadi lebih baik," imbuhnya.
Adapun pada bagian Camshaft pada mesin LEXi LX 155 juga turut mendapat sentuhan pembaruan.
Dimana, lanjut Ilham, jika sebelumnya pin dowel yang berfungsi sebagai dudukan sprocket cam chain dibuat terpisah, maka kini menjadi satu kesatuan (build in) dengan Camshaft. Efek baiknya, tentu menjadi lebih rigid sehingga lebih minim gesekan.
Sementara saat ditanya Sperubahan yang paling signifikan pada mesin Blue Core generasi terbaru yang dipakai oleh LEXi LX 155, Ilham menjawab ada pada bagian tensioner nya.
"Jika pada mesin generasi sebelumnya gate stopper (bantalan untuk menekan rantai keteng) hanya ditekan oleh per dan tuas, kali ini proses penekanan dilakukan degan mengkombinasikan per dan juga oli, atau disebut dengan istilah Hydraulic Tensioner. Penggunaan Hydraulic Tensioner, membuat kinerja mesin menjadi lebih minim vibrasi dan suara lebih halus," terang Ilham.
Perubahan signifikan yang terakhir juga terjadi pada jalur oli.
Pada mesin Blue Core generasi sebelumnya, jalur oli hanya untuk menyuplai pelumasan di bagian Cylinder Head dan Cylinder Body, namun kini ditambah ke bagian Hydraulic Tensioner.
Dengan adanya jalur oli baru ini, maka desain Crankcase menjadi berbeda dengan mesin Blue Core 155cc lainnya.