Selasa, 14 April 2026

Berita Lamongan

Tanggul Wedok di Maduran Jebol Digerus Arus Luapan Air Bengawan Solo

Jebolnya tanggul sungai Bengawan Solo di bagian dalam ini terjadi sekitar pukul 06.30 WIB lantaran tidak kuat menahan derasnya arus sungai yang terus

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Wiwit Purwanto
Surya/Hanif M
Tanggul wedok Bengawan Solo di Desa Jangkungsomo Kecamatan Maduran yang jebol, Rabu (13/3/2024) 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Tanggul dalam atau tanggul wedok di Desa Jangkungsomo Kecamatan Maduran jebol akibat luapan Sungai Bengawan Solo, Rabu (13/3/2024).
 
Insiden jebolnya tanggul sungai Bengawan Solo di bagian dalam ini terjadi sekitar pukul 06.30 WIB lantaran tidak kuat menahan derasnya arus sungai yang terus naik.
 
"Tanggul Bengawan Solo yang jebol tersebut adalah tanggul wedok atau dalam di Dusun Sawo Desa  Jangkungsumo Maduran," kata Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, Joko Raharto, Rabu (13/3/2024).
 
Tanggul jebol lebar sekitar 5 meter, karena tidak kuat menahan gerusan air akibat tingginya debit air Bengawan Solo.

Tanggul dalam tersebut biasanya  digunakan akses jalan warga sekitar yakni warga Desa Jangkungsomo.
 
Air masuk  ke lahan pertanian, namun beruntung tidak ada kerugian kerena pasca panen.
 
"Apabila debit air Bengawan Solo terus meningkat dimungkinkan akan mengganggu  akses keluar masuk  warga Dusun Sawo Desa Jangkungsumo," ungkapnya.
 
Ada dua tanggul Bengawan Solo,  tanggul wedo yaitu  yang ada di bantaran Bengawan Solo dan tanggul lanang merupakan  tanggul negara yang ada di lapis belakang.
 
Joko menambahkan, tanggul wedok yang jebol kini sedang ditangani. "BPBD bersama masyarakat melakukan upaya penanggulangan," katanya.
 
Tanggul Kuluran dan Canditunggal
 
Selain tanggul di Madura , TNI, Polri dan BPBD serta masyarakat Kalitengah juga menanggulangi tanggul di Kuluran dan Canditunggal Kecamatan Kalitengah yang tergerus air Sungai Bengawan Solo.
 
Tanggul di dua titik itu mengalami pergeseran akibat sliding tergerus air. "Personil TNI dan Polri bersama BPBD  melakukan penanganan. Kita padang gedek guling, terpal dan diperkuat dengan pemasangan bongkotan," ungkap Joko.

Di titik tanggul yang sudah dipasang gedek guling, terpal  dan bambu itu kemudian ditambah  dengan karung yang diisi tanah sebagai penahan agar longsoran tidak semakin meluas.
 
 "Alhamdulillah bisa teratasi, dan tanggul yang tergerus tidak sampai meluas," tandasnya.
 
Ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap mewaspadai tanggul yang baru selesai ditangani tersebut.  Ada  sejumlah tanggul lainnya yang perlu diwaspadai.
 
Masyarakat yang berdomisili tidak jauh dari Bengawan Solo, juga diminta lebih aktif dan cepat tanggap untuk menginformasikan kepada petugas jika mendapati tanda-tanda akan kerusakan tanggul.
 

 
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved