Jumat, 10 April 2026

Persebaya Surabaya

Kisah Bonek Uinsa 117 Total Tebarkan Manfaat ke Masyarakat dan Dukung Persebaya

Bonek Uinsa 117 memiliki cara tersendiri memerangi citra buruk Bonek di masa lalu. Ini semata demi nama baik Persebaya

Penulis: Khairul Amin | Editor: Fatkhul Alami
Dok Bonek Uinsa 117
Bonek Uinsa 117 memiliki cara tersendiri memerangi citra buruk Bonek di masa lalu. Ini semata demi nama baik Persebaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bonek Uinsa 117 memiliki cara tersendiri memerangi citra buruk Bonek di masa lalu. Ini semata demi nama baik Persebaya.

Tidak sibuk memberi penjelasan kebaikan Bonek, tapi lebih aktif melakukan aksi nyata yang memberi manfaat pada lingkungan secara luas, terutama di lingkup akademisi.

"Kami ingin menyuguhkan wajah ramah komunitas Bonek yang selama ini termarjinalkan oleh masyarakat, tentunya dengan membawa nama kampus, berbagai kegiatan simbolik mahasiswa yang positif," ungkap Istiqlal Sabilillah, salah satu tetua Bonek Uinsa 117, Selasa (12/3).

"Kami sedikit bisa menggiring stigma masyarakat dan mahasiswa serta jajaran akademik untuk lebih dapat menerima kami," tambahnya.

Misi lain di luar tujuan utama total dan royal mendukung Persebaya, pria akrab disapa Billy itu menyampaikan, Bonek Uinsa 117 diharapkan menjadi wadah pemersatu bagi setiap individu di kampus yang mencintai Persebaya Surabaya.

Meski tidak mudah dan penuh perjuangan sejak komunitas ini didirikan, harapan itu perlahan mulai terwujud. Perjuangan paling nyata saat tahun 2020.

"2020 kami merasakan kesulitan regenerasi anggota karena pandemi Covid. Namun dengan tekad kebersamaan, komunitas ini belum pernah merasakan kekosongan agenda, setiap minggu kami selalu berkumpul bersama, besar kecilnya massa kami selalu agendakan pertemuan," jelas pria asal Kandangan, Benowo itu.

Billy cukup senang karena setiap kegiatan sosial kemanusiaan Bonek Uinsa 117 disambut baik oleh total 200-san anggotanya, yang terdiri dari alumni maupun yang masih mahasiswa.

"Setiap bulan Ramadan kami selalu hadir membagikan takjil. Dekat ini komunitas Bonek Uinsa 117 akan membuat "Zine" yang akan kami bagikan saat match Persebaya, tentunya di setiap zine tersebut akan selalu ada ajakan untuk mencintai sepakbola tanpa menampik kemanusiaan," ucapnya.

"Kami juga turut andil dalam galang dana peristiwa Kanjuruhan, yang merupakan tugas kita sebagai mahasiswa untuk memperjuangkan kemanusiaan," tambah pria hobi Coding dan membaca itu.

Beberapa dari anggota Bonek Uinsa 117 juga selalu bisa menyingkirkan stigma negatif Bonek dengan terpilih menjadi mahasiswa student exchange antar negara dan membawa beberapa prestasi lainnya.

"Dan yang tidak kalah penting kami selalu bertekad untuk memakmurkan seluruh UMKM setiap anggota kami baik alumni maupun yang masih menjadi mahasiswa, dengan cara membuat kopdar keliling," ucap Billy.

Beberapa hal yang bisa menjadikan komunitas ini selalu ada, kata Billy adalah rasa saling tolong menolong dan guyub rukun.

Sejarah pendirian, Bonek Uinsa 117 memiliki dua latar belakang, yaitu tahun 2009 dan 2017.

Tahun 2009 waktu kampus UIN Surabaya masih bernama IAIN, maka nama komunitas masih Bonek IAIN 117.

Sumber: Surya Cetak
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved