Jumat, 8 Mei 2026

Sosok Devara Putri Prananda, Caleg DPR RI Otak Pembunuhan Wanita dalam Cinta Segitiga

Terungkap sosok Devara Putri Prananda, calon legislatif (Caleg) DPR RI yang kini menjadi tersangka otak pembunuhan wanita dalam cinta segitiga.

Tayang:
Editor: Tri Mulyono
KOLASE TRIBUN JAKARTA
Sosok Devara Putri Prananda (kiri dan tengah), Caleg DPR RI yang kini menjadi tersangka otak Pembunuhan Indriana Dewi (kanan). 

SURYA.CO.ID, JAKARTA - Terungkap sosok Devara Putri Prananda, calon legislatif (Caleg) DPR RI yang kini menjadi tersangka otak pembunuhan wanita dalam cinta segitiga.

Kronologi lengkap kasus pembunuhan yang melibatkan Devara Putri Prananda ada di artikel ini.

Devara Putri Prananda adalah caleg DPR RI dari Partai Garuda Dapil Jawa Barat XI yang meliputi Kabupaten Majalengka, Sumedang, dan Kabupaten Subang.

Hingga berita ini diturunkan pihak Partai Garuda belum memberikan konfirmasi terkait kasus yang melibatkan Devara Putri Prananda.

Baca juga: Nasib Tragis Indriana Dewi yang Dibunuh Caleg Gagal dan Pacarnya Akibat Cinta Segitiga

Devara Putri Prananda menjadi otak pembunuhan wanita bernama Indriana Dewi Eka Saputri (25) gegara cinta segitiga.

Direktur Kriminal Umum Polda Jawa Barat (Jabar) Kombes Pol Surawan mengatakan, pembunuhan dilatarbelakangi cinta segitiga antara kekasih Devara, Didot Alfiansyah, Devara Putri Prananda, dan Indriana.

Wanita berusia 24 tahun ini diketahui sudah menjalin asmara dengan Didot selama lima tahun.

Saat bersamaan, Didot juga tengah menjalin hubungan dengan korban dan sudah berlangsung selama tujuh bulan.

Mengetahui hal ini, Devara akhirnya memberikan Didot pilihan.

Jika Didot memilih dirinya, maka ia meminta agar nyawa Indriana dihabisi.

Didot Alfiansyah lalu meminta bantuan kepada temannya Muhammad Reza Swastika untuk menghabisi nyawa wanita berusia 25 tahun itu.

Dalam melancarkan aksinya, Didot Alfiansyah dan Reza pura-pura mengajak korban pergi jalan-jalan dari Jakarta ke Sentul, Bogor, Jawa Barat menggunakan mobil Avanza yang disewa, pada Selasa 20 Februari 2024.

Sesampainya di kawasan Bukit Pelangi Sentul, Reza menjerat leher korban dengan ikat pinggang selama 15 menit sampai korban tewas.

Setelah melakukan aksi keji itu, Didot Alfiansyah dan Reza berangkat ke Jakarta menjemput Devara Putri Prananda sambil membawa jasad korban dan keesokan harinya sekitar jam 12.30 WIB, para pelaku membawa jasad korban menuju Pangandaran melalui Tol Cipali Cirebon.

Namun ketika di Kuningan, Jawa Barat mobil tersebut rusak dan akhirnya ditowing atau diangkut ke bengkel.

Untuk mengelabui orang lain, mulut korban ditutup masker seolah-olah terlihat tidur ketika berada di dalam mobil.

Jasad Indriana berada dalam mobil selama empat hari, sebelum dikeluarkan oleh Didot dan Devara pada Jumat, 23 Februari 2024.

Mereka membuangnya ke jurang di belakang Tugu Gajah Kota Banjar, Jawa Barat dan menutup jasad korban dengan selimut.

Devara Putri Prananda adalah Caleg DPR RI dari Partai Garuda Dapil Jawa Barat XI.

Dalam Pileg 14 Februari 2024 lalu, dia mengumpulkan 226 suara dan termasuk rendah dibanding caleg dari Partai Garuda yang lain.

Dikutip Tribun dari goodkind.id, Devara Putri Prananda mempunyai misi mengusulkan program kesehatan gratis bagi masyarakat yang tidak mampu.

Program ini akan menjamin akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau, sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Bayar pakai Iphone

Pembunuh bayaran bernama Muhammad Reza Swastika, dijanjikan uang sebesar Rp 54 juta oleh pasangan kekasih tersebut guna menghabisi nyawa Indriana.

Uang Rp54 juta yang dipakai Devara Putri Prananda dan Didot Alfiansyah untuk membayar Reza, ternyata hasil dari menjual barang-barang mewah milik korban.

Namun alih-alih menjual barang-barang mewah milik korban demi mendapatkan uang Rp 54 juta, Didot dan Devara hanya bisa membayar ekesekutor Rp 15 juta ditambah I Phone yang dirampas dari korban.

"Para pelaku menjual barang barang milik korban dengan harga Rp 54 juta dan memberikan imbalan kepada MR Rp 15 juta dan satu buah iPhone sebagai imbalan eksekutor," ungkapnya.

Kata Kombes Surawan barang-barang Indriana Dewi Eka yang dirampas adalah jam tangan merek Rolex dan tas Louis Vuitton (LV).

"Barang berharga yang hilang jam tangan Rolex kemudian tas merek LV," katanya.

Walau mengenakan barang mewah, namun menurut Surawan korban bukan berasal dari keluarga kaya.

Indriana Dewi menurut Kombes Surawan bekerja sebagai broker bersama tersangka.

"DA dan korban satu kerjaan. Korban itu kerja broker," katanya.

Berikut ini kronologi pembunuhan Indriana yang didalangi Devara sang caleg Partai Garuda:

1. Selasa, 20 Februari 2024

Indri diajak oleh Didot ke sebuah kafe di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Dodit menjemput Indri di rumahnya kawasan Cipinang, Jakarta Timur.

Dodit membawa mobil sewaan jenis Avanza untuk pergi ke Sentul bersama temannya yang juga eksekutor, Reza.

Dalam perjalanan pulang, di tempat sepi di kawasan Bukit Pelang, Desa Cijayanti (Babakan Madang), Didot menghentikan mobil dengan alasan hendak buang air kecil.

Ketika Didot keluar dari mobil, Reza langsung menjerat leher Indri dari belakang.

2. Rabu, 21 Februari 2024

Setibanya di Jakarta pada pagi hari Didot dan Reza kemudian menghubungi Devara.

Mereka bertiga kemudian kebingungan dan berputar-putar mencari lokasi pembuangan jenazah Indriana.

Setelah sepakat dan berbincang-bincang mereka akhirnya melaju menuju ke arah Cirebon, Jawa Barat melalui Tol Cipali.

Tubuh Indri dipakaikan masker seolah-olah sebagai penumpang yang sedang tidur.

3. Kamis, 22 Februari 2024

Mobil yang dikemudikan Didot mendadak mogok saat mereka berada di Kuningan, Jawa Barat.

Kemudian mereka menghubungi towing dan menuju ke arah Ciamis, Jawa Barat tepatnya di penginapan Cisaga Indah.

4. Jumat, 23 Februari 2024

Karena masih mogok mobil kemudian ditowing lagi dari Ciamis menuju Banjar, Jawa Barat.

Sesampainya di Banjar mereka kemudian ke bengkel dan kemudian membuang jenazah Indriana ke jurang di dekat Tugu Patung Gajah.

5. Minggu, 25 Februari 2024

Jenazah Indri ditemukan dalam kondisi terbungkus selimut dan tangan terikat. Kondisi jenazah sudah membusuk. (Tribun Network/rro/wly)

 

 

 

 

 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved