Rabu, 20 Mei 2026

Surat Yasin Ayat 40 Beserta Tafsir

Semua ayat dalam Al Quran memiliki pesan mendalam. Satu di antaranya terdapat pada Surat Yasin ayat 40.berikut bacaannya

Tayang:
Penulis: Arum Puspita | Editor: Adrianus Adhi
Canva
Ilustrasi Surat Yasin 

SURYA.CO.ID - Inilah bacaan Surat Yasin ayat 40, beserta tafsirnya. 

Semua ayat dalam Al Quran memiliki pesan mendalam. 

Satu di antaranya terdapat pada Surat Yasin ayat 40.

Surat Yasin ayat 40 menjelaskan tentang ilmu astronomi yang merupakan kekuasaan Allah SWT.

Sebagaimana dijelaskan dalam buku Managemen Haji, Umrah, dan Wisata Keagamaan.

Melalui Surat Yasin ayat 40 tersebut, umat Islam disadarkan bahwa manusia adalah makhluk kecil yang tidak berdaya. Segala kekuasaan, kekuatan, dan ilmu pengetahuan bersumber dari Allah SWT.

Sebagai umat Muslim tugas kita adalah meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa Allah SWT Maha Segalanya.

Surat Yasin Ayat 40

لَا الشَّمْسُ يَنْۢبَغِيْ لَهَآ اَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا الَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِۗ وَكُلٌّ فِيْ فَلَكٍ يَّسْبَحُوْنَ (٤٠)

lasy-syamsu yambaghî lahâ an tudrikal-qamara wa lal-lailu sâbiqun-nahâr, wa kullun fî falakiy yasbaḫûn

Artinya : "Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya."

Tafsir Surat Yasin Ayat 40

Berikut Tafsir Kementerian Agama (Kemenag) RI:

Berdasarkan pengaturan dan ketetapan Allah yang berlaku bagi benda-benda alam itu, peraturan yang disebut "Sunnatullah", maka tidaklah mungkin terjadi tabrakan antara matahari dan bulan, dan tidak pula malam mendahului siang. Semuanya akan berjalan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan-Nya. Masing-masing tetap bergerak menurut garis edarnya yang telah ditetapkan Allah untuknya. Betapa kecilnya kekuasaan manusia, dibanding dengan kekuasaan Allah yang menciptakan dan mengatur perjalanan benda-benda alam sehingga tetap berjalan dengan tertib. Manusia telah membuat bermacam-macam peraturan lalu lintas di jalan raya dilengkapi dengan rambu-rambu yang beraneka ragam. Akan tetapi kecelakaan lalu-lintas di jalan raya tetap terjadi di mana-mana. Peraturan manusia selalu menunjukkan sisi kelemahannya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved