Berita Malang Raya

Musim Penghujan, BPBD Kota Batu Lakukan Pemetaan Bahaya Banjir Bandang

Kota Batu menjadi salah satu daerah yang memiliki ancaman berbagai bencana alam, khususnya ketika musim hujan seperti saat ini.

Penulis: Dya Ayu | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa BPBD Kota Batu
Sampah bercampur lumpur yang membanjiri jalan penghubung Dusun Beru ke Dusun Banaran, Desa Bumiaji Kota Batu, Rabu (8/3/2023) malam. 

SURYA.CO.ID, BATU - Kota Batu menjadi salah satu daerah yang memiliki ancaman berbagai bencana alam, khususnya ketika musim hujan seperti saat ini.

BPBD Kota Batu mengeluarkan data hasil kajian pemetaan bahaya banjir bandang di Kota Batu.

Dari data itu, menyebutkan 3 kecamatan yang ada di Kota Batu yakni Kecamatan Batu, Kecamatan Bumiaji dan Kecamatan Junrejo.

Seluruhnya memiliki kelas bahaya level tinggi kecamatan yang terdampak banjir bandang.

Sedangkan untuk kelas bahaya level desa, ada desa yang masuk level rendah, sedang hingga tinggi.

“Berdasarkan luas dan kelas bahaya, banjir bandang di Kota Batu berada pada kelas tinggi dengan luas total bahaya 2698,76 hektar,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, Agung Sedayu, Kamis (1/2/2024).

Secara detail desa di Kecamatan Batu yang masuk kelas bahaya level tinggi yakni Desa Pesanggrahan, Desa Sidomulyo, Sumberejo, Ngaglik dan Temas.

Sedangkan di Kecamatan Bumiaji, desa yang masuk level tinggi ialah desa Pandanrejo dan Punten.

Sementara di Kecamatan Junrejo, desa yang masuk kelas bahaya level tinggi yaitu Desa Junrejo, Mojorejo, Tlekung, Pendem dan Dadaprejo. Sisanya masuk kelas desa bahaya level sedang dan rendah.

“Jadi memang Kota Batu memiliki beberapa ancaman bencana alam. Salah satu bencana yang harus diwaspadai adalah banjir. Bencana-bencana tersebut menimbulkan kerugian secara materi, kerusakan fisik, bahkan mengancam timbulnya korban jiwa. Mari bersama-sama kita tingkatkan kewaspadaan,” jelasnya.

Selain meningkatkan kewaspadaan, BPBD Kota Batu juga berencana membuat alat Automatic Weather Station (AWS) untuk mendeteksi ancaman banjir bandang, dengan menggandeng salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Malang.

Alat tersebut nantinya untuk mengukur ketinggian muka air di bagian hulu.

Ketika tinggi air sudah menyentuh angka yang ditentukan atau batas potensi bahaya, ada notifikasi yang dikirimkan ke daerah hilir.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved