Selasa, 12 Mei 2026

Berita Surabaya

BKKBN Jatim Targetkan Prevalensi Stunting 13 Persen di Tahun 2024

BKKBN Jatim menargetkan prevalensi stunting di angka 13 persen pada tahun 2024.

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: irwan sy
ist
BKKBN Jatim melakukan penandatanganan kontrak kinerja sebagai upaya optimalisasi program Bangga Kencana dalam Percepatan Penurunan Stunting (PPS) pada tahun 2024. 

SURYA.co.id | SURABAYA - BKKBN Jatim menargetkan prevalensi stunting di angka 13 persen pada 2024.

Untuk itu, BKKBN Jatim melakukan penandatanganan kontrak kinerja sebagai upaya optimalisasi program Bangga Kencana dalam Percepatan Penurunan Stunting (PPS) pada tahun 2024.

Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Maria Ernawati, mengatakan BKKBN Jatim tidak mempunyai satu struktur organisasi di tingkat Kabupaten/Kota, sehingga dalam melaksanakan untuk pengelolaan program Bangga Kencana dan PPS dilakukan penandatanganan kontrak kinerja BKKBN Jatim.

"Kami melaksanakan satu kerjasama dengan pemerintah daerah melalui satu kontrak kinerja. Dimana dalam kontrak kinerja tersebut sudah ada target-target program Bangga Kencana dan program percepatan penurunan stunting, " jelasnya usai kegiatan Rapat Evaluasi serta Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) Optimalisasi Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di Gedung Lestari Kantor Perwakilan BKKBN Jatim, Selasa (30/1/2024).

Maria menjelaskan di dalam kontrak kinerja juga sudah ada sumber anggaran yang bisa digunakan untuk pengelolan program melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) baik fisik maupun non fisik di 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur.

Disinggung soal target, Erna menjelaskan ada target program Bangga Kencana terdiri dari program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana dengan berbagai kegiatan.

Capaian kinerja dari program Bangga Kencana tahun kemarin sudah bagus.

Di tahun ini, tentunya Perwakilan BKKBN Jatim berharap agar lebih baik lagi.

Sedang untuk program PPS tahun 2024 ini merupakan tahun terakhir.

"Target Prevalensi Stunting Nasional 14 persen di tahun 2024 ini. Sedang di Jawa Timur Gubernur Jatim Ibu Khofifah menargetkan 13 persen," ucapnya.

Untuk data prevalensi stunting 2023, ungkap Erna, masih menunggu publish oleh Kementerian Kesehatan.

Namun Jawa Timur sendiri menargetkan 16 persen di Tahun 2023 sedang di tahun 2024 sebesar 13 persen.

Sedangkan realisasi angka prevalensi stunting di Jatim tahun 2022 kemarin sebesar 19.2 persen.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved