Senin, 8 Juni 2026

Pilpres 2024

Pro Kontra Jokowi Sebut Presiden Boleh Kampanye dan Memihak Paslon di Pilpres 2024

Pernyataan Presiden Joko Widodo tentang bolehnya presiden berkampanye dan memihak calon tertentu dalam pemilu, menimbulkan beragam reaksi.

Tayang:
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Cak Sur
YouTube Sekretariat Presiden via Tribunnews.com
Presiden Joko Widodo 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang bolehnya presiden berkampanye dan memihak calon tertentu dalam pemilu, menimbulkan ragam reaksi.

Beberapa pihak menyatakan setuju dengan Jokowi, sementara tak sedikit juga yang mengingatkan agar presiden tetap netral.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (PAN) Jatim Ahmad Rizki Sadig menyebut, tak ada yang salah dalam pernyataan Jokowi

Sebab menurutnya, setiap warga negara punya hak yang sama secara politik. 

"Menurut saya sah dan boleh dong," kata Rizki, Rabu (24/1/2024).

Sehingga, anggota DPR RI itu menilai tidak salah jika presiden turut berkampanye. Setiap warga negara dilindungi. 

"Kan punya hak politik juga sebagai Warga Negara Indonesia atau WNI. Apalagi sekedar kampanye," ungkap Rizki yang merupakan Anggota Komisi I DPR RI.

Sementara itu, Pengamat Politik dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Moch Mubarok Muharam menyarankan, agar Jokowi tetap menjaga netralitas sebagai seorang Presiden. 

Meski anaknya menjadi kontestan di Pilpres 2024, namun dia menyebut, lebih baik Jokowi tidak kampanye.

Hal ini penting, sebab jabatannya sebagai presiden dan kepala negara.

 "Mestinya presiden tidak kampanye, biar bisa mengayomi semua pihak dan bisa menunjukkan kenegarawanan," kata Mubarok saat dikonfirmasi terpisah.

Menurut Mubarok, jika presiden terlalu cawe-cawe berlebihan, bisa saja menimbulkan efek negatif secara politik. 

"Mungkin ada penilaian negatif dari sebagian pihak terhadap presiden," ungkap Mubarok.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyampaikan presiden boleh untuk berkampanye dan memihak. Hal ini disampaikannya saat menjawab pertanyaan awak media terkait netralitas menteri dalam Pemilu 2024 pada Rabu (24/1/2024), di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta.

Bahkan, pernyataannya tersebut disampaikannya di depan Menteri Pertahanan sekaligus capres nomor urut 2, Prabowo Subianto. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved