Minggu, 19 April 2026

Pilpres 2024

Di Banyuwangi, Atikoh Ganjar Kenalkan Program Pengendalian Harga Pangan dan Pendidikan Kepada Buruh

Atikoh Ganjar bertemu dengan ratusan buruh pabrik pengalengan ikan di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, kampanyekan program Ganjar-Mahfud

|
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Aflahul Abidin
Istri calon presiden nomor urut 2 Ganjar Pranowo, Siti Atikoh Suprianti bertemu dengan ratusan buruh pabrik pengalengan ikan di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Rabu (24/1/2024). 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Istri calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo, Siti Atikoh Suprianti bertemu dengan ratusan buruh pabrik pengalengan ikan di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Rabu (24/1/2024).

Atikoh mengampanyekan beberapa program andalan pasangan capres-cawapres Ganjar Pranowo dan Mahfud Md dalam kesempatan itu.

Di antaranya, program pengendalian harga pangan dan pendidikan keluarga tak mampu.

Baca juga: Didampingi Ipuk Fiestiandani, Atikoh Ganjar Paparkan Program Pendidikan Berkelanjutan di Banyuwangi

Atikoh mengatakan, salah satu problem yang dihadapi oleh masyarakat di Indonesia saat ini, adalah naiknya berbagai bahan pokok. Problem itu dinilai berhubungan dengan apa yang dialami oleh para buruh yang mayoritas perempuan.

"Yang kita hadapi sekarang ini, harga bahan pokok. Yang naik salah satunya bumbu-bumbu. Bawang merah, beras, bawang putih, gula," kata Atikoh.

Kedatangan Atikoh didampingi oleh jajaran kader PDI Perjuangan seperti Ipuk Fiestiandani, I Made Cahyana dan para kader partai pengusung lain.

Ipuk mengambil cuti sebagai Bupati Banyuwangi untuk menghadiri acara tersebut.

Bukan hanya harga naik, masyarakat juga dihadapi dengan harga pangan yang turun drastis. Seperti harga sayur mayur di daerah produksi.

Turunnya harga, juga menyebabkan para produsen seperti petani kesusahan.

Sebab itu, kata Atikoh, Ganjar-Mahfud memiliki program stabilisasi harga bahan pokok.

"Programnya Ganjar-Mahfud dari sisi kebutuhan pokok, ada kebijakan yang pro terkait stabilitasi harga. Sehingga harganya tidak jlak-jlok naik-turun. Kalau harganya murah, kasihan juga petani dan nelayan. Sementara kalau harga terlalu tinggi, kita juga yang susah sebagai konsumen," tambah Atikoh.

Program pengendalian harga pangan yang diusung Ganjar-Mahfud, disebut akan memperkecil kemungkinan harga yang tidak fair.

"Yang penting harga tidak terlalu sering naik-turun, tapi terjangkau untuk masyarakat," sambungnya.

Sementara dari sisi pendidikan, Ganjar-Mahfud juga memiliki program peningkatan sumber daya manusia (SDM). Mulai dari jenjang tingkat sekolah menengah, perguruan tinggi hingga informal.

"Kita akan menyongsong Indonesia Emas. Kita harus menyiapkan SDM, agar anak-anak punya kualitas yang lebih dari kita, memiliki pendidikan yang lebih tinggi dari ayah kakeknya," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved